Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Kewirausahaan melalui Market Day
BINTUNI,suarateluk.com – Sekolah Dasar (SD) Negeri Terpadu Bintuni, menggelar kegiatan Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang dilaksanakan selama dia hari yakni 17-18 November 2023.
Koordinator Projek penguaatan profil pelajar pancasila (P5) Evitasari, menjelaskan P5 merupakan salah satu pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar. Sabtu (18/11/2023).
Kegiatan ini akan rutin diajarkan di sekolah, P5 Adalah bentuk implementasian kurikulum merdeka. Untuk ajaran ini diterapkan pada siswa kelas satu dan kelas empat. Kegiatan ini mengambil tema ” Sa cinta sa pu Budaya”
Evitasari menegaskan tema ini adalah lintas disiplin ilmu yang berbenah untuk mengamati dan memikirkan permasalahan dan solusi di lingkungan sekitar.
Kegiatan projek ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar, struktur belajar yang fleksibel, terlibat langsung dengan lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi sehingga dapat melakukan aksi nyata.
Untuk P5 sendiri SD Negeri Terpadu Bintuni mengambil tema kearifan lokal, tujuannya untuk memperkenalkan kembali pada peserta didik agar meraka mampu mengenal dengan baik budaya dilingkungan mereka, walaupun mereka bukan suku asli Papua, ujar Evitasari.
Dengan ini mampu mengenal dan menghargai budaya lingkungan setempat serta dengan harapan kegiatan ini dapat mengabulkan kolaborasi dan kerja sama peserta didik satu dengan yang lainnya.
“Melalui kegiatan kemarin peserta didik P5 mampu belajar profil pelajar pancasila diantaranya dimensi kemandirian, dimensi gotong royong dan dimensi berkebhinekaan global,” ujar Evitasari.
Sementara Kepala Sekolah SD Negeri Terpadu Bintuni, Ahmad Tamim mengatakan kegiatan gelar karya merupakan sebuah apresiasi penghargaan untuk siswa dalam rangka pelaksanaan pembelajaran P5 dalam pembelajaran kurikulum merdeka.
Selain kegiatan gelar karya , juga di adakan Bazar. Bazar untuk kelas kecil di jaga oleh siswa sendiri dan didampingi orang tua, dijelaskan Tamim bahwa siswa dimana mereka belajar untuk berwirausaha. dengan berwirausaha siswa dapat berlatih berkomunikasi dengan orang lain dan berlatih bertransaksi, berlatih kewirausahaan. Ujar Tamim
Adapun karya nyata yang para siswa peserta didik lakukan yakni, pembuatan olahan makanan lokal seperti sinoli dadar gula merah yang bahan dasarnya sagu dan gula merah, keladi tumbuk bahan dasarnya keladi, kelapa, gula dan garam. Selain itu ada juga pembuatan rumah adat Papua yang diperagakan oleh para peserta didik di antaranya rumah adat kaki seribu, Rumah adat Onai, Mahkota dan Poster Miniatur.
Kepsek SD Negeri Terpadu Bintuni, Ahmad Tamim menjelaskan adapun nilai-nilai jiwa kewirausahaan yang bisa dikuatkan pada anak-anak antara lain semangat belajar, pantang menyerah, kolaboratif, disiplin, tanggung jawab, sportif, dan lain-lain.
Menjadi tugas bersama antara guru dan orang tua untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui berbagai kegiatan sekolah dalam mempersiapkan mereka menghadapi tantangan hidup ke depan. Ujar Tamim. (Susi)
