Gaji Belum Dibayar, Pasukan Oranye Bintuni Mogok, Sampah Pun Menumpuk
BINTUNI,suarateluk.com – Tak seperti hari-hari sebelumnya, bauh sampah menyengat dan mengganggu penciuman dan pandangan mata bagi warga yang berlalu lalang di sekitar tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang berada di tengah pasar Sentral Bintuni. Selasa (19/3/2024)
Walaupun telah memakai masker, bauh dari sampah yang menggunung tersebut cukup dirasakan hingga jarak 5 meter.

Biasanya, tumpukan sampah yang berada di TPS tersebut akan diangkut oleh petugas kebersihan Teluk Bintuni. Tetapi, sudah hari kedua ini, ketika masyarakat melakukan aktivitas keseharian di pasar, sampah-sampah dibiarkan berserakan dan menggunung tanpa ada truk petugas kebersihan yang mengangkatnya.

Seorang petugas kebersihan yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, kita yang biasa mengangkut sampah melakukan mogok kerja. Hal ini disebabkan gaji sejak Januari hingga maret belum dibayarkan.
Di tempat terpisah, Maneger Perusda Maju Mandiri Bintuni bidang kebersihan kota, Valen Kainama, mengatakan jika gaji karyawan kebersihan lancar maka sampah – sampah di TPS akan diangkut setiap harinya. Namun saat ini, gaji karyawan belum dibayar sehingga sampah yang berada di TPS akan diangkut 2 hari sekali.
Ia membenarkan pada hari ini terjadi pemogokan pasukan oranye yang disebabkan keterlambatan pembayaran gaji.
Kami mengakui keterlambatan gaji disebabkan oleh DPA. Namun saat ini, DPA sudah di bagikan akan tetapi Kami pihak Perusda Maju Mandiri tetap masih menunggu instruksi dari pihak Dinas terkait.
Ia berjanji masalah pembayaran gaji karyawan petugas kebersihan akan tuntas dalam waktu dekat
Bahkan Manager bidang pembersihan kota akan berkoordinasi dengan pihak manajemen Perusda agar kedepannya akan menginisiati untuk menggelontorkan dana talangan sebesar Rp.500 juta untuk pembayaran gaji karyawan kebersihan TPS sampah yang menumpuk hari ini, jelasnya. (Susi)
