Harga Komoditas Stabil, Harga Beras Naik Masyarakat Mengeluh
BINTUNI,suarateluk.com – Memasuki bulan puasa hari ke tujuh 1445 H Tahun 2024, harga komoditas di pasar Sentral Bintuni terpantau stabil.
Harga komoditas seperti tomat per kilogram Rp. 25.000, bawang merah bawang putih per kilogram Rp. 60.000, cabe rawit per kilogram Rp. 70.000, namun untuk bapok lainnya seperti sayur mayur, minyak goreng merk mikita per kemasan 5 liter Rp. 90.000,gula per kilogram 20.000 cukup stabil. hal ini disampaikan Septina kepada wartawan, Selasa (19/3/2024).
Sementara, pantauan media ini di pasar Sentral Bintuni, terkait kenaikan harga beras premium kemasan 20 kilogram Rp.370.000, selanjutnya untuk harga beras medium kemasan 20 kilogram Rp.400.000.

Sementara harga beras di sejumlah pasar Sentral naik menjadi Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per kilogram. Kenaikan harga dalam tiga minggu terakhir menjelang bulan puasa, sehingga harga beras semakin naik terus. Ujar Rubianto salah satu pedang beras di pasar Sentral Bintuni
Kebanyakan warung makan dan kios-kios mengeluh sepi, sepi ini setelah lepas Pemilu, ujarnya
“Harga beras makin naik saja tidak ada stabil atau turun, naik saja terus,” Ujar Rubianto
Memasuki bulan puasa minggu ke dua Tahun 2024 pengunjung pasar Sentral Bintuni semakin sepi pembeli, jika di bandingkan dengan pengunjung tahun 2023 lebih ramai pengunjung di tahun 2023. Rubianto berharap dari para agen beras agar di kontrol harganya barangkali bisa di turunkan, minimal harga standar dan bisa menstabilkan harga. Ia katakan modal beras sudah tinggi masa mau di jual dengan harga rendah.
Ia katakan sampai saat ini belum ada pasar murah yang sediakan oleh pemerintah daerah.
“Saat ini pemerintah belum menyediakan pasar murah,” Pungkasnya
Salah satu pengunjung pasar Bintuni, Melani salah satu warga Kaitaro yang hendak berada di kota Bintuni mengatakan harga beras kemasan 10 kilogram sebelumnya Rp. 180 hingga 190 kini Rp. 210.000.
Melani mengeluhkan harga beras yang terus merangkak naik. Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan keluarganya dengan pendapatan yang pas-pasan.
Saya harap pemerintah daerah agar dapat memberikan solusi yang cepat. Karena kami masyarakat kecil ini kesusahan kalau harga beras dan lainnya naik terus,” keluhnya.
“kebetulan ada di kota jadi beli, karna di kota sedikit murah di banding dengan di kampung,”
Perlu di ketahui, Melani adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya mencari kepiting. Ia katakan, mencari kepiting jika dapat maka bisa untuk dibelikan beras.
“kalau tidak dapat kepiting berarti makan pisang dari kebun, karena di kampung cuman tanam pisang, tanam kasbi cuman babi hutan makan,” Ucapnya. (Susi)
