Tim Kemenkes RI Melakukan Visitasi Perizinan Pelayanan Dialisis di RSUD Teluk Bintuni

Tim Visitasi Kemenkes RI sedang melakukan penilaian terhadap RSUD Teluk Bintuni. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTekuk.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melakukan visitasi dan verifikasi perizinan pelayanan dialisis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Teluk Bintuni, pada Senin (9/3/2026).
Tim Kemenkes RI dipimpin oleh dr. Victor Eka Nugraha, M. Kes., Karisius Maturbongs, SKM., Abdurahman Kotala, SH., dr. Siti Ramlah Saifoeddia, MPH., Samuel Manibuy, SKM., M.Kes., dr. Akhyar Akbar, Sp. PD., K. GH.,.
Tim Visitasi dan Verifikasi Kemenkes RI di smabut langsung oleh Wakil Bupati Joko Lingara dan direktur RSUD, dr. Novita Panggau, Sp., PD., di depan aula RSUD Teluk Bintuni.
Dalam sambutan wakil bupati Joko Lingara menyampaikan pembangunan kesehatan merupakan salah satu fondasi utama dalam pembangunan daerah. Melalui visi pembangunan daerah yang di rumuskan dalam semangat SERASI, pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni berkomitmen untuk terus memperkuat sektor kesehatan untuk mewujudkan teluk bintuni yang sehat, enerjik, religius, andal, smart dan inovatif.

Tim Visitasi di dampingi Wakil Bupati, Joko Lingara dan Direktur RSUD, dr. Novita Panggau. (Foto/Susi)
Kehadiran Tim Visitasi di daerah Teluk Bintuni merupakan kehormatan sekaligus bukti nyata perhatian pemerintah pusat, organisasi profesi, dan pemerintah daerah terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Papua Barat, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni. Ujar Wabup Joko
Dalam kerangka tersebut, Pemerintah terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin merata, berkualitas, dan berkeadilan, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa harus menghadapi hambatan jarak, biaya, maupun keterbatasan fasilitas.
Namun, salah satu tantangan besar yang selama ini dihadapi oleh masyarakat Teluk Bintuni adalah keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan spesialistik, termasuk layanan dialisis bagi pasien penyakit ginjal kronis. Padahal, sebagaimana di ketahui bersama, penyakit ginjal kronis merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terus meningkat prevalensinya. Ujar Wabup Joko
Dikatakan Wabup bahwa pasien yang mengalami gagal ginjal membutuhkan terapi dialisis secara rutin dan berkelanjutan untuk mempertahankan kualitas hidupnya. Selama ini, masyarakat Teluk Bintuni yang membutuhkan layanan tersebut harus dirujuk ke daerah lain seperti Manokwari, Sorong, bahkan hingga ke luar Papua.
Kondisi ini tentu tidak mudah bagi pasien dan keluarga, karena harus menghadapi perjalanan yang jauh, biaya yang besar, serta tekanan fisik dan psikologis yang tidak ringan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni memandang bahwa kehadiran layanan dialisis di RSUD Teluk Bintuni merupakan sebuah kebutuhan strategis sekaligus kebutuhan kemanusiaan.
Menurutnya layanan ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan terapi dialisis, sehingga mereka dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih manusiawi di daerahnya sendiri. Ujar Wabup Joko
Kendati itu, pemerintah memahami bahwa penyelenggaraan layanan dialisis bukanlah hal yang sederhana. Layanan ini memerlukan standar keselamatan pasien yang tinggi, kesiapan sarana prasarana yang memadai, peralatan medis yang sesuai standar, serta tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan profesionalitas yang tinggi.
Oleh karena itu, kegiatan visitasi pada hari ini memiliki arti yang sangat penting bagi RSUD Teluk Bintuni. Visitasi ini merupakan bagian dari proses memastikan bahwa seluruh persyaratan dan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta organisasi profesi PERNEFRI telah terpenuhi dengan baik.
“Kami memandang visitasi ini bukan semata-mata sebagai proses penilaian, tetapi sebagai proses pembinaan, penguatan mutu pelayanan, serta bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas sistem pelayanan kesehatan di daerah,” Tambah Wabup
Wabup Joko menghimbau kepada jajaran manajemen RSUD Teluk Bintuni, ia mengharapkan agar seluruh proses visitasi ini dapat diikuti dengan penuh kesiapan, keterbukaan, dan sikap profesional. Jadikan setiap masukan yang diberikan oleh tim visitator sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit ini demi mencapai kualitas pelayanan paripurna.
Kepada Tim Visitator, kami mengharapkan arahan, bimbingan, serta rekomendasi terbaik dari Bapak dan Ibu sekalian, sehingga layanan dialisis di RSUD Teluk Bintuni dapat memenuhi standar yang ditetapkan dan segera dapat beroperasi secara optimal untuk melayani masyarakat.
Pada akhirnya, tujuan utama dari seluruh upaya yang di lakukan hari ini adalah untuk memastikan bahwa masyarakat Teluk Bintuni mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
Besar harapannya kehadiran layanan dialisis di RSUD Teluk Bintuni dapat menjadi langkah maju dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni. (Susi)
