Penutupan Personi Meriah, Wabup Joko Kalah Menang Adalah Hal Biasa Dalam Kompetisi

Para juara Perlombaan berpose bersama Wakil Bupati dan unsur Forkopimda. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Personi) Pelajar tahun 2026, yang di selenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Teluk Bintuni dalam rangka meramaikan rangkaian HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni. Minggu (14/6/2026).
Penutupan personi berlangsung meriah dilapangan gedung serba guna (GSG) Kalikodok, Distrik Bintuni, kabupaten Teluk Bintuni. Acara penutupan berlangsung meriah dengan persembahan final turnamen sepak bola.

Dalam sambutan Wakil Bupati, Joko Lingara mengatakan sejak kegiatan porseni dibuka pada tanggal 25 mei 2026 lalu, selama kurang lebih tiga minggu sama-sama telah menyaksikan semangat, kerja keras, sportivitas, kreativitas, dan talenta terbaik telah ditampilkan oleh para pelajar mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SM/SMK pada berbagai cabang olahraga seperti sepak bola, lari, voli, catur, lomba pidato bahasa inggris dan berbagai perlombaan seni lainnya telah berlangsung dengan meriah dan kompetitif.
“Atas nama pemerintah kabupaten teluk bintuni, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk menyukseskan kegiatan ini,” Ujar Wabup Joko
Wabup Joko, mengatakan kegiatan olahraga dan seni terus didorong pelaksanaannya secara rutin, dikarenakan kegiatan ini memiliki manfaat besar dalam membentuk karakter generasi muda yang sehat, kreatif, disiplin, dan berprestasi.
Kendati itu, kegiatan positif seperti ini juga menjadi sarana efektif untuk menjauhkan pelajar dari berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam masa depan. Wabup menjelaskan bahwa pertandingan ini bukan siapa yang mendapatkan juara, namun keberanian untuk tampil, kemampuan untuk belajar disiplin, semangat berlatih, serta kemauan untuk terus berkembang.
“Kalah dan menang adalah hal biasa dalam kompetisi,” Ujar Wabup
Sehingga, Wabup Joko memberikan motivasi kepada suruh para peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati dan terus meningkatkan kemampuan. Sementara untuk para juara, wabup berpesan agar tetap rendah hati dan terus mengembangkan prestasi ke tingkat yang lebih tinggi.
Dijelaskan wabup Joko bahwa pelaksanaan Porseni tahun ini menjadi bagian dari semangat perayaan HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni yang mengusung tema “Tumbuh Serasi, Tangguh Bersinergi,”
Melalui olahraga dan seni, para pelajar diajak untuk belajar menghargai perbedaan, membangun kerja sama, serta memperkuat persatuan dalam mewujudkan generasi muda Teluk Bintuni yang unggul. Akhir pertandingan tersebut dilakukan penyerahan piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan kepada para juara dari berbagai cabang perlombaan.
Di cabang sepak bola tingkat SMA, SMA YPPK St. Arnoldus Janssen berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul SMA YPK Bintuni di posisi kedua, SMAN 1 Bintuni di posisi ketiga, dan SMA Muhammadiyah Bintuni di posisi keempat.Sedangkan pada tingkat SMP, SMP YPK Bintuni berhasil meraih gelar juara pertama, sementara tingkat SD dimenangkan oleh SD Negeri 2 Bintuni.
Selain sepak bola, penghargaan juga diberikan kepada para juara bola voli, panahan tradisional, catur, lomba kebersihan sekolah, serta lomba lari yang diikuti ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Teluk Bintuni.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Porseni 2026, diharapkan semangat sportivitas, kreativitas, dan kebersamaan yang telah terbangun selama kompetisi dapat terus dipelihara sebagai modal penting dalam mencetak generasi muda Teluk Bintuni yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan.
Ketua Panitia kegiatan Simon Kambia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni yang telah memberikan dukungan penuh melalui Dinas Pendidikan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Ia katakan, terdapat lima cabang kegiatan utama yang diperlombakan, mulai dari olahraga hingga seni dan keterampilan akademik. Beberapa di antaranya adalah sepak bola, bola voli, panahan tradisional, catur, lari, lomba pidato Bahasa Inggris, serta lomba kebersihan sekolah.
Lebih lanjut, Simon mengatakan Porseni bukan sekadar hiburan atau ajang bermain. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendidikan yang bertujuan meningkatkan kemampuan motorik, kreativitas, serta mengembangkan potensi siswa di berbagai bidang, ujar Simon
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada SMA YPPK St. Arnoldus Janssen yang pertama kali berhasil meraih gelar juara sepak bola tingkat SMA setelah bertahun-tahun mengikuti kompetisi yang sama. (Susi)
