Ground Breaking Pelabuhan Babo Perkuat Konektivitas Pesisir dan Kebangkitan Ekonomi

BINTUNI, SuaraTeluk.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni resmi memulai pembangunan Pelabuhan Babo melalui kegiatan ground breaking yang dirangkaikan dengan peluncuran pembangunan Jetty Aroba, Jetty Aranday, Jetty Yakora, dan Jetty Kamundan, serta penyerahan dua unit speed boat kepada Pangkalan TNI Angkatan Laut dan Polres Teluk Bintuni, Rabu (5/8/2026).
Mengusung tema “Konektivitas Transportasi Laut Guna Mewujudkan Pelayanan Prima dan Peningkatan Ekonomi,”. kegiatan diawali dengan prosesi adat penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal dan doa bersama demi kelancaran pembangunan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni, Jandri Salakory, SE., MM, menjelaskan bahwa infrastruktur pelabuhan dan Jetty tersebut dibangun untuk memperkuat konektivitas transportasi laut, memperluas jangkauan pelayanan masyarakat, sekaligus mendukung tugas aparat keamanan.
Pembangunan Pelabuhan Babo dilaksanakan oleh PT Arafah Wiratama KSO dengan pendampingan konsultan PT Masuka Pratama Join bersama PT Art Creative Arsitektural Desain. Proyek ini dibangun dengan menggunakan skema pembiayaan multiyears senilai sekitar Rp78,7 miliar dengan target penyelesaian 600 hari kerja.
Sementara itu, pembangunan Jetty Kamundan dialokasikan sekitar Rp3,8 miliar, Jetty Aroba Rp1,4 miliar, Jetty Aranday Rp1,05 miliar, dan Jetty Yakora Rp1,05 miliar, masing-masing ditargetkan selesai dalam 120 hari kerja.
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, menegaskan bahwa pembangunan transportasi laut merupakan langkah strategis untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan karakter geografis Teluk Bintuni yang didominasi kawasan pesisir, sungai, dan kepulauan, keberadaan Pelabuhan Babo beserta jaringan jetty di empat distrik diyakini akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru, menekan biaya logistik, memperkuat investasi, dan menghadirkan pusat-pusat ekonomi baru.
Bupati juga mengusulkan optimalisasi kawasan Mess BP di Babo sebagai kawasan ekonomi baru melalui pengembangan penginapan, usaha jasa, dan aktivitas ekonomi lainnya yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga setiap infrastruktur yang dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menyerahkan dua unit speed boat kepada Pangkalan TNI Angkatan Laut dan Polres Teluk Bintuni sebagai dukungan terhadap pengamanan wilayah perairan, penanganan kondisi darurat, dan peningkatan keselamatan transportasi laut.
Anggota Komisi XII DPR RI, drg. Alfons Manibuy, DESS, mengapresiasi dimulainya pembangunan Pelabuhan Babo sebagai bukti keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Teluk Bintuni. Menurutnya, pelabuhan tersebut memiliki posisi strategis sebagai penyangga kawasan industri migas, termasuk LNG Tangguh, sehingga berpotensi menjadi pusat jasa dan pelayanan yang mendorong investasi.
Ia juga mengajak perusahaan-perusahaan migas memperluas kemitraan dengan masyarakat lokal agar manfaat investasi semakin dirasakan secara merata.Pembangunan Pelabuhan Babo beserta 4 jetty lainnya ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam mewujudkan visi SERASI (Sehat, Energik, Religius, Andal, Smart, dan Inovatif).
Melalui penguatan konektivitas, pelayanan publik yang semakin andal, penghormatan terhadap nilai-nilai adat, serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Teluk Bintuni terus melangkah menuju daerah yang lebih maju, berdaya saing dan sejahtera. (Susi)
