Kodim 1806 Bintuni Dan Dinas Terkait Mengecek Harga Bapok Di Pasar Sentral Bintuni
BINTUNI,suarateluk.com – Kodim 1806 Teluk Bintuni bersama dinas Perindagkop dan Dinas Ketahanan Pangan Teluk Bintuni menggelar operasi pasar dan mengecek ketersediaan beras di sejumlah pedagang mengantisipasi kelangkaan bahan pokok tersebut, Jumat (1/3/2024).
Kodim 1806 Teluk Bintuni bersama bersama dengan Dinas terkait memantau secara langsung dan mengawasi harga sembako yang mengalami kenaikan agar tidak ada kelangkaan harga di pasar Sentral Bintuni.
Dipastikan beras aman, Kodim 1806 Teluk Bintuni bersama dengan Dinas terkait melaksanakan operasi sembako secara serentak dalam rangka mengantisipasi kelangkaan persediaan sembako sebelum memasuki bulan ramadhan.
Operasi sembako ini berlangsung terhadap pengecer dan distributor beras di wilayah pasar sentral Bintuni, Olehnya itu, Dinas Perindagkop dan Dinas Ketahanan pangan bekerja sama dengan Kodim 1806 Teluk Bintuni yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Teluk Bintuni Markus Sefire.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Teluk Bintuni, Markus sefire mengatakan tujuan dari kegiatan Operasi Sembako serentak di pasar dilaksanakan di Indonesia dalam rangka mengantisipasi kelangkaan persediaan sembako sebelum memasuki bulan ramadhan.
Terutama dikalangan pengecer dan distributor beras serta para penjual sembako di wilayah Pasar Sentral Bintuni serta juga untuk mengecek harga eceran tertinggi di setiap stand dan Kios yang menjual sembako.
Dari hasil pengecekan langsung operasi sembako dibeberapa tempat dilapangan terhadap pengecer sembako dan distributor beras ditemukan adanya kelonjakan harga eceran tertinggi terhitung mulai sejak 1 Januari 2024.
Pada mulanya beras merk 99 ukuran 5kg distributor di jual dengan harga Rp. 94.000 kini naik menjadi Rp.100.000, beras ukuran 10 kg harga Rp.200.000, beras 25kg harga Rp.380.000.
Demikian dengan dengan harga minyak goreng merk Viola 5 liter : 90.000, Gula merah 1 kg : 35.000, Kopi Senang 250 gram di jual dengan harga 25.000, Gula pasir perkilo 20.000, Bawang Merah 60.000, Bawang Putih 60.000, telur 1 ikat 420.000.
Danramil 1806-01 Bntuni, Letda inf Yusuf Mantong mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dari TNI terhadap pemerintah daerah. Dari hasil pengecekan, untuk ketersediaan beras masyarakat dirasa masih aman.
“Kami juga mengimbau ke pedagang tidak perlu menaikkan harga sembako dengan harga tertentu saat menjalankan bulan ramadhan ini. Apalagi sampai melakukan penimbunan dan sebagainya sehingga membuat beras menjadi langka di pasaran.” ujarnya. (Susi)
