Festival Noken Ramaikan HUT RI ke-80, Ikuti Lelang Noken Bupati Yohanis: Saya Beli Noken Ini Dengan Harga 5 Juta

Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara saat mengikuti lelang Noken. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Puluhan warga Papua di kabupaten Teluk Bintuni ikut meramaikan lomba Festival Noken yang di selenggarakan oleh Yayasan Phapeda. Sabtu (16/8/2025). Festival ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-80 RI.
Noken atau tas rajut khas Papua telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Noken yang diproduksi oleh tangan mama-mama Papua ini diakui dunia karena keunikan dan nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, dimana ia digambarkan sebagai “rahim perempuan yang memberi kehidupan.”

Peserta rajut Noken serius dalam mengikuti lomba ini. (Foto/Susi)
Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam festival ini. Ia katakan noken di akui dunia karena keunikan dan nilai filosofisnya. Sehingga Noken di akui oleh UNESCO.
Bupati mengatakan, Noken adalah simbol kehidupan, simbol persatuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Bintuni. Sehingga Bupati Berharap Kebudayaan ini harus terus dilestarikan.
Kendati itu, Bupati mengatakan melalui noken seseorang dapat belajar tentang kesabaran, kerja keras dan kebersamaan, karena itulah melestarikan noken sangat berarti untuk menjaga identitas diri sebagai orang Papua dan sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, kata Bupati.
Sementara Monarti salah satu pengunjung mengapresiasi kegiatan ini, pasalnya kegiatan Festival Noken ini pertama kali di adakan, sehingga ia berharap kegiatan positif seperti ini harus sering digelar pemerintah maupun pihak swasta untuk meramaikan Kota Bintuni serta melestarikan kebudayaan daerah. Ujar Monarti
Pada penghujung acara, panitia membuka lelang atas noken yang sudah diselesaikan peserta. Pendiri Yayasan Phapeda, Herlina Husain, mengawali penawaran lelang noken pertama kepada Bupati. Hasilnya, Bupati menghargai noken yang telah tergantung di lehernya itu dengan nilai Rp. 5 juta.
“Saya beli noken ini lima juta,” kata Bupati
Penawaran lelang terus berlanjut ke Wakil Bupati, Kapolres dan Komandan Kodim serta pimpinan OPD. Untuk memudahkan pembayaran, panitia menyiapkan QRIS yang bisa digunakan pemenang lelang.
Para pejabat yang hadir dan masyarakat yang mengunjungi festival ini, bukan hanya bisa menikmati prosesi rajut noken dan hasil karya seni ketrampilan tangan yang sudah selesai. Namun panitia mengajak mereka untuk terlibat langsung memilih karya noken favorit.
Panitia membagikan kupon pilihan, yang kemudian diisi dengan nomor peserta festival yang tercantum pada noken masing-masing.
Panitia mengambil enam nomor noken favorit. Bagi noken favorit pilihan pengunjung, panitia memberikan uang kreativitas kepada pengrajutnya.
“Terima kasih kepada 77 perempuan hebat peserta Festival Noken, yang dengan penuh dedikasi telah menunjukkan keterampilan dan karya terbaiknya. Semoga ini menjadi teladan bagi generasi penerus untuk melestarikan budaya di Tanah Papua,” ujar Ketua Yayasan Phapeda Christine Mustamu, (Susi)
