GOW Teluk Bintuni Ajak Siswa-Siswi Sanewesyen Jaga Diri dan Masa Depan

GOW Teluk Bintuni gelar Sosialisasi kenakalan remaja dan kesehatan reproduksi remaja di kalangan pelajar. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Dalam rnagka meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri dan memahami bahaya seks bebas Gabungan Organisasi wanita (GIW) Kabupaten Teluk Bintuni gelar sosialisasi kenakalan remaja dan kesehatan reproduksi remaja di kalangan pelajar. Sosialisasi ini berlangsung di Yayasan Gratis Dei SMA Sanewesyen. Selasa (2/12/2025).
Kegiatan ini di ikuti oleh siswa- siswi kelas 10 dan 11, acara berlangsung penuh antusias dan interaktif, menghadiri narasumber dari DP3AKB dan Ketua Ikatan bidan Indonesia sosialisasi ini di buka langsung oleh ketua GOW Teluk Bintuni, Nurdiana Lingara.
Dalam sambutan ketua GOW Teluk Bintuni, Nurdiana menekankan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan pergaulan bebas harus di pahami dengan benar oleh para remaja.

Ketua GOW Teluk Bintuni, Nurdiana Lingara. kenakan jilbab. (Foto/Susi)
Lebih lanjut Nurdiana mengatakan banyak remaja saat ini terjerat pergaulan bebas, bullying, kekerasan, penyalahgunaan media hingga narkoba. Kondisi ini, menurutnya, disebabkan minimnya pendampingan serta kurangnya informasi yang benar. Ujarnya
“Anak-anak harus sehat jiwa dan raga untuk bisa meraih cita-cita, mengenal diri sendiri, memahami batas pergaulan dan menjaga kesehatan adalah langkah awal untuk mewujudkan masa depan yang sukses,” Ujar Nurdiana
Nurdiana juga mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan sosial media. Menurutnya, teknologi digital memberi banyak manfaat dalam proses belajar, namun juga dapat menjadi ancaman jika digunakan dapat tanpa pengawasan dN kesadaran. Ujarnya
Sementara Ketua bidang hukum dan HAM GOW Teluk Bintuni, Natalia Okrofa menjelaskan sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap remaja agar terhindar dari perilaku pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan.
Natalia katakan bahwa sepanjang 2025, tercatat 21 kasus anak di Teluk Bintuni yang sedang ditangani DP3AKB, mulai dari pelecehan seksual, pergaulan bebas, konsumsi minuman keras, pencurian, dan kasus lainnya.

Ketua bidang Hukum dan HAM GOW Teluk Bintuni, Natalia Okrofa saat di wawancara media ini. (Foto/Susi)
Kendati itu, Natalia mengatakan menjelang libur Natal dan Tahun Baru ini, ia berharap ada anak-anak yang mulai memikirkan masa depan mereka dan memanfaatkan libur panjang secara positif, ujarnya
Sehingga ke depan, GOW berencana menggelar sosialisasi serupa di berbagai sekolah dan fokus memberikan edukasi kepada anak-anak asli Papua agar generasi Teluk Bintuni lebih baik.
“Saya syukuri juga GOW lakukan sosialisasi ini karena Ibu ketua GOW mempunyai fokus ke anak-anak Papua lebih khusus anak-anak 7 Suku,” Tambah Natalia.
Melalui kegiy ini, GOW Teluk Bintuni berharap para siswa Sanawesyen tidak hanya memahami bahaya pergaulan bebas, tetapi juga menjadi generasi yang berani menjaga diri, berpikir positif dan mampu menjadi teladan di lingkungan.
Bentuk antusias Siswa-Siswi terlihat dengan semangatnya mendengar dan melontarkan pertanyaan mengenai berbagai hal seputar kesehatan reproduksi. (Susi)
