Dinas Pendidikan Lalai Dalam Mengurus TPG, Bupati Kasihiw: Pangkas Kegiatan Sifatnya Fisik Selesaikan Tunjangan Guru
BINTUNI,suarateluk.com – Tertundanya pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) di Kabupaten Teluk Bintuni, membuat sejumlah guru kesal . Betapa tidak, anggaran yang dikuncurkan lewat APBN kepada guru dengan jadwal tiga bulan dalam satu tahun malah molor hingga enam bulan sekali. Rabu (20/3/2024).
Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw kepada media menyampaikan kekesalannya dengan tertundanya pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG)
Kasihiw mengatakan ini terjadi dikarenakan atas kelalaian dari dinas pendidikan yang lambat dalam mengusulkan tunjangan guru.
Lebih lanjut Bupati Kasihiw mengatakan, ia baru mendengar permasalahan penundaan terhadap TPG dan tunjangan khusus guru di Bintuni sejak bulan Juli sampai dengan Desember Tahun 2023.
Maka Bupati Kasihiw langsung perintahkan agar segera melakukan pertemuan dengan PGRI, OPD dan dinas terkait dalam rangka untuk membahas permasalahan tunjangan tersebut dan pertemuan itu akan di jadwalkan pada Kamis 21 Maret 2024 di rumah tamu negara. SP 5
“Karna Infomasi ini saya baru dapat, saya tidak sangka hal itu. Ini kelalaian dari dinas harusnya dia bisa mengetahui sehingga pegawai yang tadinya berubah status dari honorer menjadi PNS, ini kan tunjangan nya harus di usulkan karna ini turunnya dari pusat bukan dari APBD kita,” Ucap Kasihiw
Bupati Kasihiw menjelaskan bahwa dengan lambatnya tunjangan guru, hal ini membuat data base di dinas pendidikan tidak baik dan tidak bekerja maksimal, sehingga tidak mampu melihat data guru yang berubah statusnya dari honor ke PNS.
Maka untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Bupati Kasihiw akan mengambil langkah tertentu agar menyesuaikan ketentuan yang ada.
“Ya bila perlu kegiatan dinas kita pangkas untuk selesaikan itu, yang sifatnya fisik kita pangkas selesaikan tunjangan guru,” Ujar Kasihiw
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Teluk Bintuni, Albertus Anofa saat di temui media ini di ruang kerjanya pada Rabu 20 Maret 2024, terkait dengan Tunjangan Profesi Guru, dirinya mengakui ada keterlambatan pembayaran tunjangan guru, hal ini kata Anofa ada kelalaian dari staf di bagian perencanaan terkait dengan usulan tunjangan guru.

Kata Anofa, dirinya tidak bisa memberikan kepastian kapan TPG akan dibayarkan, dikarenakan masih akan dilakukan rapat bersama dengan tim anggaran. Ia katakan jika ada pemangkasan terhadap anggaran program dinas hal ini menjadi kewenangan tim anggaran. (Susi)
