Wujud Toleransi, Paduan Suara Jemaat GKI Via Dolorosa Tampil Memukau di Pembukaan MTQ ke Xl Teluk Bintuni

Paduan suara GKI Via Dolorosa tampil memukau di pembukaan MTQ ke Xl Kabupaten Teluk Bintuni. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Fenomena paduan suara jemaat Gereja Kristen Injil Via Dolorosa yang menyanyikan mars MTQ atau tampil di Musabaqoh Tilawatil Qur’an adalah wujud nyata tingginya toleransi beragama di Kabupaten Teluk Bintuni.
Paduan suara GKI Via Dolorosa tampil memukau saat pembukaan MTQ ke Xl Tahun 2026 tingkat kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Menyanyikan mars MTQ. Sabtu (4/4/2026).
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat yang Religius dan Serasi dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an serta Kearifan Lokal”, kegiatan diawali dengan devile 12 kafilah yang berasal dari 12 distrik di Teluk Bintuni.
Penampilan paduan suara yang dipimpin Ketua Yoan Yepese, itu menuai pujian dari peserta dan seluruh masyarakat yang menyaksikan acara pembukaan MTQ tersebut.

Wujud toleransi umat beragama di kabupaten Teluk Bintuni bukti nyata paduan suara jemaat GKI Via Dolorosa nyanyikan mars MTQ di acara pembukaan. ( Foto/Susi)
Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, menyebut dukungan paduan suara GKI Via Dolorosa kepada LPTQ Teluk Bintuni ini menunjukan kabupaten mampu merawat toleransi.
Hal ini juga mempertegas Kabupaten Teluk Bintuni memiliki kekhasan, yaitu agama keluarga atau agama sahabat.
Artinya, dalam satu keluarga, anggota keluarganya bisa menganut agama yang berbeda-beda namun tetap aman dan damai.
Ketua paduan suara GKI Via Dolorosa Kabupaten Teluk Bintuni, Yoan Yepesa menyampaikan Terima kasih kepada panitia MTQ Ke Xl tingkat kabupaten yang telah melibatkan jemaat paduan suara GKI Via Dolorosa dalam acara pembukaan MTQ ini.
Ia mengatakan bangga dikarenakan panitia MTQ melibatkan jemaat paduan suara GKI Via Dolorosa untuk memberikan pelayanan, dan ini menjadi wujud nyata toleransi beragama di Kabupaten Teluk Bintuni. Ujar Yoan.
Lebih lanjut kata Yoan bahwa kelompok padua suara ini membutuhkan waktu berlatih selama satu minggu, dan dua lagu dibawakan oleh paduan suara GKI Via Dolorosa yakni lagi yang bernuansa islami yang harus dipelajari dengan baik, sementara satu lagu kebangsaan dan itu sudah cukup familiar bagi kelompok paduan suaranya. Ujar Yoan kepada media ini. (Susi)
