Musyawarah ke ll K3TB Bupati Teluk Bintuni Ingatkan Pentingnya Menghormati Adat dan Budaya di Tanah Tempat Tinggal

BINTUNI, SuaraTeluk.com – Kerukunan keluarga Kei Kabupaten Teluk Bintuni (K3TB) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II Tahun 2026 yang berlangsung sukses dan penuh semangat kebersamaan di Aula KPU Teluk Bintuni, pada Sabtu (18/7/2026).
Musda ll ini mengusung tema “Mempererat Tali Persaudaraan Keluarga Kei Menuju Teluk Bintuni yang Serasi, Maju dan Berbudaya,” giat ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Kei untuk mempererat persatuan, mengevaluasi perjalanan organisasi, sekaligus menentukan arah kepemimpinan K3TB ke depan.
Dalam laporannya, Muhamad Ali Keilitubun menegaskan bahwa Musda II merupakan forum tertinggi organisasi yang memiliki peran strategis untuk mengevaluasi program kerja, merumuskan kebijakan organisasi, serta memilih kepengurusan baru yang akan membawa K3TB semakin maju.
Ia menyampaikan, sejak berdiri Kerukunan Keluarga Kei Kabupaten Teluk Bintuni terus berkomitmen menjaga nilai-nilai persaudaraan, melestarikan adat dan budaya Kei, serta membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat di Teluk Bintuni.
Melalui Musda ini kami berharap lahir kepengurusan yang solid, amanah, dan mampu membawa organisasi semakin berkontribusi dalam pembangunan sosial, budaya, maupun ekonomi, sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Teluk Bintuni, ujar Muhamad Ali.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, para tokoh masyarakat, serta seluruh panitia dan keluarga besar Kei yang telah memberikan dukungan sehingga Musda II dapat terlaksana dengan sukses.
Muhamad Ali berharap hasil Musda II menjadi titik awal bagi K3TB untuk semakin aktif berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh komponen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, sekaligus menjaga nilai-nilai persaudaraan yang telah menjadi warisan masyarakat Kei.
Musda II K3TB Tahun 2026 pun menjadi bukti bahwa semangat “Ain Ni Ain” atau rasa persaudaraan yang kuat tetap menjadi fondasi utama keluarga besar Kei dalam menjaga persatuan, keharmonisan, dan kebersamaan di Kabupaten Teluk Bintuni.
Sementara Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan warga Kei sekaligus memilih kepengurusan baru yang akan menakhodai organisasi ke depan.
Musda II berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan. Selain menjadi forum pengambilan keputusan organisasi, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat komitmen keluarga besar Kei untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni.
Bupati mengajak seluruh keluarga besar Kei untuk menjaga persatuan serta menjadikan Musda sebagai titik awal memperkuat organisasi agar semakin berperan dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut Bupati, kepengurusan yang akan terpilih harus memiliki integritas, amanah, dan mampu menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.Bupati berharap kepengurusan yang terpilih benar-benar amanah, mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi keluarga besar Kei, membina generasi muda agar mencintai budaya leluhur, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat Teluk Bintuni yang harmonis, maju, dan berbudaya, ujar Bupati.
Kendati itu, Bupati mengpresiasi falsafah hidup masyarakat Kei, Ain Ni Ain, yang mengandung makna persaudaraan, persatuan, dan rasa saling memiliki. Menurutnya, nilai luhur tersebut sangat selaras dengan semangat pembangunan di Teluk Bintuni yang menjunjung tinggi kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati.Menurut Bupati, Falsafah Ain Ni Ain mengajarkan bahwa kita semua bersaudara.
Nilai luhur ini hendaknya terus kita pegang dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta suasana yang aman, damai, dan saling menghargai di Kabupaten Teluk Bintuni, ujarnyaLebih lanjut, Bupati mengingatkan pentingnya menghormati adat dan budaya di tanah tempat tinggal, serta membangun hubungan harmonis dengan seluruh suku yang hidup berdampingan di Teluk Bintuni, khususnya tujuh suku asli sebagai pemilik hak ulayat.
Seperti pepatah mengatakan dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Mari kita hidup rukun bersama seluruh masyarakat dan tujuh suku asli Teluk Bintuni, serta terus bergandengan tangan membangun daerah ini menjadi lebih maju, ujar Bupati. (Susi)
