RSUD Teluk Bintuni Terus Berbenah Dalam Melakukan Peningkatan Pelayanan Dengan Menghadirkan Peralatan Medis Modern

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Teluk Bintuni. (Foto/Susi).
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni terus melakukan peningkatkan pelayanan. Di tengah tantangan pelayanan kesehatan di wilayah Papua Barat, rumah sakit ini melangkah maju dengan menghadirkan berbagai peralatan medis modern. Jumat (27/2/2026)
Plt. Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan. Menurutnya, penguatan layanan difokuskan pada program KJSU-KIA yang meliputi penanganan kanker, jantung, saraf, uronefro, serta kesehatan ibu dan anak.

Plt. Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau, Sp., PD.,. Saat di wawancara media ini di ruang kerjanya. (Foto/Susi)
Di ruangan alat perekam jantung atau bekokardiografi telah siap digunakan. Hal ini di sampaikan oleh dokter spesialis jantung, dr. Steve Freyssinet Karuneng, Sp.JP, menjelaskan bagaimana alat tersebut membantu mendeteksi gangguan jantung secara lebih akurat dan cepat.
Kehadiran dokter spesialis yang baru menyelesaikan pendidikan ini menjadi angin segar bagi pengembangan layanan jantung di Bintuni.
Ia katakan bahwa pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan dasar untuk memberikan pelayanan kepada pasien sehingga banyak hal yang harus di ketahui, dan bisa melihat apakah ada masalah dengan otot jantung, persentase gagal jantung, screening katup jantung, dan evaluasi jantung bawaan, serta memberikan pelayanan trapi sesuai standar nasional, Ujar Steve.
Tak hanya pemeriksaan dasar, rumah sakit juga tengah mempersiapkan layanan kateterisasi jantung. Meski masih dalam tahap persiapan, koordinasi dengan Kementerian Kesehatan terus dilakukan, termasuk pendataan tenaga kesehatan serta peluang penganggaran pelatihan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.
stroke turut diperkuat. Dengan dukungan dokter spesialis saraf dan alat CT scan, pasien kini bisa mendapatkan pemeriksaan lebih cepat.
Ke depannya RSUD Teluk Bintuni menargetkan layanan neuro intervensi-penanganan stroke tidak hanya dengan obat-obatan, tetapi juga melalui tindakan intervensi medis. Meski demikian, pembaruan alat CT scan masih dalam proses pengajuan dan diperkirakan membutuhkan waktu persiapan sekitar dua tahun hingga layanan berjalan optimal.
Program ini merupakan bagian dari layanan unggulan Kementerian Kesehatan, yang memberikan perhatian pada penguatan SDM, alat kesehatan, serta sarana dan prasarana penunjang.
Sementara itu, layanan hemodialisis atau cuci darah menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit.
Selama ini, pasien gagal ginjal di Teluk Bintuni harus menjalani rujukan ke luar daerah, bahkan tak sedikit yang terlambat tertangani. Kini, layanan hemodialisis tengah memasuki tahap akhir perizinan dan dijadwalkan menjalani visitasi Kementerian Kesehatan setelah sebelumnya memperoleh rekomendasi dari organisasi profesi terkait.
Jika seluruh persyaratan terpenuhi, layanan ini ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat. Harapannya, masyarakat Teluk Bintuni tak lagi dibayangi kekhawatiran ketika menghadapi penyakit ginjal yang membutuhkan terapi cuci darah rutin.
Dikatakan dokter Unit Dialisis dr. Diana Leony menjelaskan, kasus penyakit gagal ginjal di Teluk Bintuni dalam setahun sudah mencapai lebih dari 30 kasus. Bahkan sudah ada yang meninggal dunia.
“Sudah banyak yang dirujuk, bahkan ada yg sudah meninggal dunia,” Ujar Leony
Dengan langkah-langkah strategis ini, RSUD Teluk Bintuni menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, lebih lengkap, dan lebih berkualitas bagi masyarakatnya. (Susi)
