RSUD Teluk Bintuni Gelar Pelatihan BTCLS Bagi Perawat, Hadirkan Narasumber Dari Makassar

dr. Johanes Risamasu, M.Kes.Sp.PK., Kepala bidang pelayanan medik berfose bersama lima para narasumber dari Makassar dan ketua Panitia pelaksana Arni Mandacan, Amd., Kep. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni menggelar Pelatihan Basic Trauma and Cardio Life Support (BTCLS) untuk perawat.
Kegiatan ini menghadirkan 5 orang narasumber dari LP2TK ( Lembaga pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan terdiri dari : 1]. Munawir, M. KM.,. [2]. Dr. Mahmudidin Asry, S. Kep., Ms., M.Kes.SP.KV. [3]. Mewangilo., S.Kep., Ns., M. Kes. [4]. Aswiwin. [5]. Dian Hasdin Wiranata, S. Kep.Ns.,
Kegiatan ini berlangsung di aula RSUD pada Jumat (1/5/ 2026). Giat ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan (LP2TK) Makassar yang diikuti 40 orang perawat.

Foto bersama narasumber dan para peserta di ruangan aula RSUD Teluk Bintuni. (Foto/Susi)
Dalam laporan ketua panitia, Arni Mandacan, Amd., Kep., menyampaikan kegiatan ini sebagai dasar pelaksanaan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) ada kombinasi dari prinsip penanganan kegawatdaruratan trauma dan henti jantung yang berbasis standar nasional.
Program ini menurutnya di gunakan untuk tenaga kesehatan, perawat, dan bidan, agar mampu menangani pasien kristis secara cepat dan tepat.
Sehingga tujuan kegiatan BTCLS untuk menjaga fungsi vital (jalan nafas, pernapasan, sirkulasi). Serta menjaga kondisi pasien memburuk, dan menstabilkan pasien sebelum do rujuk atau mendapatkan perawatan serta meningkatkan peluang keselamatan pasien.
Menurutnya pelaksanaan BTCLS Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2026 untuk meningkatkan kompetensi dalam penanganan gawat darurat, mampu melakukan penilaian cepat (Primary survey and secondary survey) serta menguasai teknik resusitasi jantung paru (DJP/CPR) dan menangani trauma (perdarahan, faktur, cedera kepala).
Sementara sambutan direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggah, Sp., PD melalui dr. Johannes Dwight Risamasu, M.Kes.Sp.PK., menyampaikan BTCLS bukan sekedar sertifikasi, namun ini adalah standar kompetensi minimum bagi tenaga keperawatan yang bertugas di garis terdepan pelayanan kegawatdaruratan. Di RSUD Teluk Bintuni, yang melayani masyarakat di wilayah terpencil dengan akses rujukan yang terbatas, kemampuan perawat dalam menangani kasus trauma dan henti jantung secara cepat dan tepat bisa menjadi penentu antara hidup dan meningu seorang pasien.
Olehnya itu, ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh sungguh, tanyakan apa yang belum di pahami, praktikan setiap prosedur dengan sepenuh hati, dan jadikan ilmu yang di peroleh sebagai bekal nyata dalam pelayanan sehari hari. Kata direktur RSUD
“Kami menyampaikan terima kasih kepada narasumber dari LP2TK Makassar yang hadir langsung di RSUD Teluk Bintuni untuk berbagi ilmu dan pengalaman,”. Tambah dr. Novita
Ditempat yang sama dokter Johanes Risamasu, M.Kes.Sp.PK., Kepala bidang pelayanan medik, saat di wawancara media ini mengatakan masyarakat Teluk Bintuni bisa dapat pelayanan yang maksimal walaupun jauh-jauh di tempat terpencil tapi ilmu para perawat di Rumah Sakit ini tetap up to date tetap di upgrade.

dr. Johanes Risamasu saat di wawancara oleh media ini. (Foto/Susi)
Ia menyampaikan kegiatan ini sebenarnya totalnya 6 hari kemarin 3 hari via daring hari ini 3 hari luring, 3 hari kedepan ini para perawat akan belajar praktik dan digemblem. Dirinya mengatakan sebanyak 40 orang perawat RSUD Teluk Bintuni rata rata di ambil dari masing-masing ruangan perawatan yang ada di rumah sakit yakni ruangan VIP, ruangan Kemoterapi dan lainnya.
Menurutnya, pelatihan tersebut di lakukan untuk para perawat semua dalam menangani kondisi trauma dan kondisi gangguan jantung itu bisa terjadi pada siapa saja dan tiba-tiba butuh pertolongan pertama mereka siap.
Kegiatan ini baru pertama kali dan rutin setiap 2 tahun sekali kadang 1 tahun sekali tergantung apabila para perawat punya sertifikat yang sudah expired atau sudah lama tidak ada. Ujar Johanes. (Susi)
