Persit Kartika Candra Kirana Ranting 3 Yonif 763/SBA Gelar Penyuluhan Pencegahan Stunting
BINTUNI,suarateluk.com – Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 763 Ny. Eva Imam Purwoko, menggelar penyuluhan Penanganan dan pencegahan stunting, di Posyandu Mahkota Yonif 763/SBA. Rabu (10/1/ 2024).
Tampak hadir dalam kegiatan yakni, Danyonif 763/SBA Letkol Inf Imam Purwoko, S.E., M.H.I., Dr, Rafiqa Rais Akbar, S.P.A., Lettu Ckm Adityawan paedongan, Prajurit dan Persit Yonif 763/SBA.
Dijelaskan dr. Rafiqa Rais Akbar. S.P.A., sebagai penyuluh dari RSUD Teluk Bintuni, bahwa kegiatan ini bertujuan guna untuk menurunkan angka kematian bayi dengan upaya screening terhadap balita, gizi buruk serta mensosialisasi tentang program pendampingan balita, gizi buruk (stunting) terhadap ibu hamil, bayi dan balita.
Dalam pelaksanaan ini, dilakukan di mulai dengan mempelajari potensi dari keluarga, permasalahan dalam keluarga, dan selanjutnya melaksanakan dampingan advokasi, diskusi, demonstrasi, dan praktek. Ujar dr. Rafika Rais Akbar.
Senada di tempat yang sama Danyonif 763/SBA juga menyampaikan upaya pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan oleh semua pihak, dikarenakan penyuluhan terkait pencegahan stunting bukan baru hari ini saja. Melainkan, tegasnya, sudah jauh-jauh hari Dinas Kesehatan Teluk Bintuni dan pemerintah setempat telah memberikan sosialisasi tentang pencegahan stunting.
Dijelaskan Danyonif 763/SBA, bahwa Stunting adalah kekurangan gizi dalam tumbuh kembang anak yang diakibatkan oleh asupan gizi yang kurang sejak masih dalam kandungan.
Stunting terjadi disebabkan adanya kehamilan diluar nikah dan pernikahan dini yang cukup banyak, yang seharusnya masih dibangku sekolah terpaksa harus hamil dan punya anak. Karena kondisi rahim belum siap untuk mengandung sehingga melahirkan anak-anak yang tidak sehat. Ujar Danyonif
Danyonif menyampaikan bahwa stunting perlu dicegah dengan cara pengontrolan tinggi dan berat badan yang dilakukan pada saat posyandu setiap bulannya. Jadi pada saat bayi masih berada dalam kandungan sampai usianya 2 tahun, harus dipastikan Ibu dan anak mengkonsumsi makanan yang baik dan bernutrisi, sehingga gizi tercukupi.
Untuk itu, Danyonif menambahkan, perlu menjadi perhatian semua pihak, terutama orang tua dalam memberikan asupan gizi yang baik kepada anaknya. Sehinga di masa depan generasi penerus dapat tumbuh cerdas dan berguna untuk bangsa dan negara.
“Harapannya masyarakat mengetahui akan bahayanya stunting, dalam artian pentingnya posyandu dalam pencegahan stunting untuk melahirkan generasi yang sehat dan cerdas,” (Susi)
