Peningkatan Status IDM Bukan Sekedar Angka Administrastif IDM Harus Menjadi Cerminan Nyata

Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan, Agus Wiratno saat di temui awak media. (Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Harus Tahir menyampaikan desa merupakan unjuk tombak pembangunan nasional. Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kemajuan desa-desa didalamnya, olehnya itu, pemerintah daerah menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas pembangunan desa yang terukur, berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan. Rabu (17/6/2026)
Sehingga menurutnya, peningkatan status Indeks Desa Membangun (IDM) bukan sekedar angka atau target administratif, lebih dari itu, IDM harus menjadi cerminan nyata dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat desa.Kepala bidang administrasi pemerintahan, Agus Wiratmo menjelaskan secara berkala menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) Indeks Desa Membangun (IDM).
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepala kampung dalam memahami status kemajuan desa, menginput data secara akurat, dan merumuskan kebijakan berbasis data berdasarkan tiga dimensi yaknk sosial, ekonomi, dan ekologiKegiatan Bimtek ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas perencanaan pembangunan desa secara menyeluruh, dengan berbasis data yang akurat dan partisipatif. Ujar Agus
Sementara, Kepala Kampung Mogotira, Distrik Merdey, Frederika Kutanggas, menyampaikan sejumlah kendala yang menyebabkan penginputan data IDM belum optimal. Keterbatasan jaringan internet dan pasokan listrik menjadi hambatan utama bagi aparat kampung dalam mengakses sistem secara daring.
Menurutnya, aparatur kampung sering kali harus menggunakan genset pribadi atau menunggu operasional pembangkit listrik untuk dapat mengakses internet. Bahkan, tidak jarang mereka harus pergi ke Kota Bintuni demi menyelesaikan penginputan data secara online.
“Kendala terbesar kami adalah jaringan internet dan listrik yang belum memadai. Untuk menginput data IDM secara online, kami sering harus menggunakan genset atau datang ke kota karena akses di kampung sangat terbatas,” ujar
Frederika.Selain kendala teknologi, Kampung Mogotira juga masih menghadapi berbagai persoalan infrastruktur dasar. Jalan kampung yang belum memadai, fasilitas transportasi yang terbatas, hingga sarana penunjang ekonomi yang belum berkembang menjadi tantangan yang terus dihadapi masyarakat.

Kepala Kampung mogorita, Frederika Kutanggas saat do wawancara (Susi)
Frederika menuturkan, hasil perikanan masyarakat sebenarnya cukup melimpah, terutama udang. Namun keterbatasan akses transportasi dan pemasaran membuat hasil tangkapan nelayan sulit dipasarkan secara maksimal.“Nelayan bisa mendapatkan hasil hingga ratusan kilogram dalam sehari, tetapi daya serap pasar masih terbatas Akibatnya tidak semua hasil tangkapan dapat terjual.
Kami berharap melalui data IDM, kondisi dan kebutuhan kampung dapat diketahui pemerintah sehingga pembangunan yang dibutuhkan masyarakat bisa menjadi perhatian,” katanya.Melalui kegiatan bimbingan teknis tersebut, DPMK Teluk Bintuni berharap seluruh kampung dapat meningkatkan kualitas dan kelengkapan data IDM. Dengan data yang akurat, berbagai persoalan yang dihadapi kampung dapat terpetakan dengan baik dan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran. (Susi)
