Pemkab Bintuni Kembali Hidupkan Rencana Pembangunan Pelabuhan dan Bandara, Wabup Joko : Pelabuhan dan Bandara Dua Simpul Penting

Wabup Joko Lingara berpose bersama Kadin Perhubungan, Plt. sekda, anggota DPRK Teluk Bintuni dan para narasumber. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTekuk.com – Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan Teluk Bintuni gelar Persentase hasil study kelayakan (Feasibility study) pelabuhan Muturi dan Bandara Kabupaten Teluk Bintuni. Senin (8/9/2025).
Acara ini berlangsung di aula Sasana karya SP 3 Kantor Bupati Teluk Bintuni, ini kembali menghidupkan rencana besar pembangunan pelabuhan dan bandara sebagai infrastruktur strategis daerah. Setelah sempat tertunda di masa pemerintahan sebelumnya, kini proyek ini ditegaskan sebagai prioritas oleh pasangan Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Joko Lingara dalam menghadiri kegiatan sosialisasi hasil Feasibility Study (FS) pembangunan pelabuhan dan bandara, Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati SP 3.
Wabup Joko mengatakan studi kelayakan pembangunan dua infrastruktur strategis, yaitu pelabuhan umum Muturi dan perluasan bandar udara steenkool, di kabupaten teluk bintuni menjadi salah satu instrument terpenting dalam perkembangan pembangunan suatu daerah.

Nampak Wabup Joko Lingara hendak memberikan masukan dan tanggapan pada narasumber. (Foto/Susi)
Perhubungan, dalam hal ini transportasi baik darat, laut dan udara telah menjelma ibarat nadi pembangunan, dimana tanpa transportasi yang memadai, pergerakan orang, barang, dan jasa akan tersendat, sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tidak dapat berkembang secara optimal. Ujar Wabup Joko
Kendati itu, Pemerintah kabupaten teluk bintuni menaruh perhatian besar terhadap pengembangan fasilitas perhubungan laut dan udara sebagai tulang punggung konektivitas wilayah. Dalam konteks geografis dan tantangan topografi daerah.
Ia katakan transportasi laut dan udara bukan lagi sekadar pilihan tetapi menjadi kebutuhan utama untuk menjamin aksesibilitas masyarakat dan kelancaran arus barang dan jasa.
Secara khusus, hari ini sama-sama membahas dua rencana besar yaitu studi kelayakan pelabuhan umum muturi manimeri dan bandar udara stenkool bintuni. Keduanya adalah simpul penting yang akan memperkuat konektivitas teluk bintuni, baik melalui jalur laut maupun udara. Dengan infrastruktur yang lebih memadai, kita memperbesar peluang investasi, meningkatkan daya saing, dan membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Ujar Wabup Joko
Dua infrastruktur strategis yang akan hadir di teluk bintuni ini, antara lain pelabuhan umum muturi yang sudah menjadi jalur perhubungan laut yang sangat vital dan strategis. Keberadaannya tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ia adalah simpul logistik yang harus dan wajib ada di daerah ini, guna memperlancar aktivitas ekonomi, mempercepat distribusi barang, dan menunjang mobilitas masyarakat di kawasan pesisir dan pedalaman.
Sementara itu, perluasan runway bandar udara steenkool dari panjang saat ini 850 meter menjadi 1.500 meter adalah langkah penting dan mendesak. Perluasan ini akan memungkinkan masuknya pesawat dengan kapasitas lebih besar, meningkatkan frekuensi penerbangan, serta membuka akses yang lebih luas bagi investor, wisatawan, dan distribusi logistik udara yang lebih efisien. Ujar Wabup
Rencana ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan sebuah investasi jangka panjang. Pemerintah sedang menyiapkan fondasi agar teluk bintuni mampu bergerak lebih cepat di masa depan dan lebih siap menghadapi tantangan, baik di tingkat regional maupun nasional.
Untuk itu, besar harapannya hari ini menjadi ruang penting untuk berdiskusi. berharap seluruh peserta dapat memberikan pandangan dan masukan yang konstruktif agar hasil studi benar-benar bermanfaat, aplikatif, sesuai dengan arah pembangunan daerah, dan benar-benar berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat dan berorientasi pada kemajuan jangka panjang daerah. Ujar Wabup lagi
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pelayaran dan Penerbangan pada Dinas Perhubungan Teluk Bintuni, Marten Kilonresi, memastikan Pokja akan terbentuk dalam waktu satu minggu ke depan.
Ia katakan akan segera menyusun draft keanggotaan Pokja yang mencakup dinas teknis seperti PUPR, Dishub, Bappeda, Pertanahan, Lingkungan Hidup, Kehutanan, serta pihak terkait dari sektor pelabuhan dan bandara, kata Marten.
Marten menjelaskan bahwa tahapan selanjutnya adalah penyusunan master plan, kajian lingkungan atau Amdal, Detail Engineering Design (DED), serta pembahasan status dan pelepasan lahan. Proses pelepasan lahan dinilai krusial agar pemerintah pusat dapat memberikan izin pembangunan konstruksi.
Ia juga akan susun estimasi kebutuhan anggaran Pokja sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing, dan hasilnya akan kami laporkan ke Bupati dan Wakil Bupati, ujar Marten. (Susi)
