Pelantikan dan Raker LMA Suku Besar Sebyar, Nuh Inai Suarakan DBH Migas 10 Persen Aktivitas Investasi

Ketua LMA Suku Besar Sebyar, Nuh Inai, ST., menyerahkan aspirasi kepada pemerintah Provinsi Papua Barat. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Gubernur Papua Barat melalui Asisten l Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Barat, Siors Albert Ortisan Marini, membuka secara resmi pelantikan dan rapat kerja LMA Suku Besar Sebyar Kabupaten Teluk Bintuni periode 2026-2031. Acara berlangsu di Women Child Center Sisar Matiti. Kamis (7/5/2026).
Dalam sambutan Bupati yang di sampaikan oleh Asisten lll, Jacomina Jane Fimbay bahwa Lembaga masyarakat adat 7 suku secara umum, maupun LMA suku sebyar pada prinsipnya memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, LMA adalah penjaga nilai, pelindung tradisi, dan penyangga jati diri suku besar sebyar di tengah derasnya arus perubahan zaman dan tantangan globalisasi.
Fungsi lembaga ini sangat luas dan mendasar, mulai dari melestarikan bahasa, adat istiadat, dan seni budaya agar tetap hidup dan relevan, serta menjadi wadah penyelesaian perselisihan secara damai melalui musyawarah mufakat sesuai hukum adat.
Ketua LMA Suku Besar Sebyar periode 2026-2031, Nuh Inai, ST., menegaskan aspirasi mendasar masyarakat adat terkait pengelolaan sumber daya alam.
Olehnya itu, Nuh menyoroti tuntutan pembagian dana bagi hasil sebesar 10 persen dari aktivitas investasi besar yang beroperasi di wilayah hukum adat Sebyar. Sebab ini bukan hal baru, melainkan perjuangan yang telah diperjuangkan sejak tahun 2009 silam.
“Kami sudah memperjuangkan ini sejak lama, sudah berkali-kali disampaikan kepada DPRD dan Pemkab, namun hingga kini belum ada kepastian hukum yang jelas. Kami berharap aspirasi ini bisa sampai ke Bapak Gubernur,” ujar Ketua LMA Suku Besar Sebyar Nuh Inai saat di wawancara awak media
Ia menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki hak yang sah untuk ikut merasakan manfaat ekonomi dari kekayaan alam yang ada di tanah leluhur.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Papua Barat, Siors Albert Ortisan Marini, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh Suku Besar Sebyar.
Ia menilai pelantikan ini sebagai bukti kedewasaan dan komitmen masyarakat adat dalam menjaga eksistensinya sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan Papua Barat.
Terkait aspirasi dana bagi hasil yang disampaikan, Siors memastikan bahwa suaranya akan didengar dan diteruskan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan kami sampaikan kepada Bapak Gubernur untuk menjadi perhatian serius,” katanya.
Ia pun mengajak pengurus baru untuk terus menjaga LMA sebagai rumah besar yang merangkul semua elemen, serta menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan bermartabat.
Kendati itu, Siors mengatakan Pemerintah Pemprov Papua Barat berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kelembagaan masyarakat adat sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang yang berlaku.
Menurutnya, keberadaan LMA Suku Besar Sebyar adalah bagian yang tak terpisahkan dari tata kelola pemerintahan dan pembangunan di Papua Barat. Ujarnya.
Olehnya itu, ia berharap melalui forum rapat kerja ini dapat lahirkan program program kerja yang konkret, bersinergi, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat adat. Khususnya dalam bidang perlindungan hak-hak ulayat, pelestarian budaya, peningkatan ekonomi masyarakat adat, serta penguatan SDM generasi muda Suku Besar Sebyar. Ujarnya. (Susi)
