MTQ ke Xl Tingkat Kabupaten Resmi Dibuka, Wabup Joko Melalui MTQ Lahir Generasi Qura’ni

MTQ tingkat Kabupaten Teluk Bintuni resmi di mulai, Wabup Joko Lingara membuka MTQ di tandai dengan pemukulan beduk. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Musabaqah Tilawah Qur’an (MTQ) ke Xl tingkat Kabupaten Tahun 2026 resmi di buka pada Sabtu malam (4/4/2026) di Kabupaten Teluk Bintuni oleh Wakil Bupati, Joko Lingara dan selaku ketua LPTQ.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan syiar islam dan mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia. Dan kegiatan ini menjadi ajang penting dalam memperkuat ukhuwah islamiyah di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni.
MTQ ke Xl Tahun 2026 dengan mengusung tema “Mewujudkan masyarakat religius yang serasi dengan nilai-nilai al-qur’an dan kearifan lokal,” Ini sebagai upaya meningkatkan minat dan bakat masyarakat dalam mendalami nilai-nilai al qur’an, sekaligus menjadi ajang seleksi peserta yang akan mewakili Kabupaten Teluk Bintuni pada MTQ tingkat Provinsi nantinya.
Pembukaan MTQ diawali dengan parade 17 kafilah dari 17 Distrik yang diiringi dengan mars MTQ.
Dalam sambutan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara menyampaikan nilai-nilai yang terkandung dalam islam, dalam banyak kesempatan senantiasa menjadi landasan utama dalam memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan sosial, serta mendorong pembangunan daerah yang berkeadaban. Hal ini tergambar juga dari pelaksanaan MTQ ke-11 tingkat kabupaten teluk bintuni.
Tema yang mencerminkan tekad bersama bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca al-qur’an, melainkan sarana strategis dalam menegakkan syiar islam, menumbuhkan kecintaan terhadap al-qur’an, serta membumikan nilai-nilai luhur al-qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, Ujar Wabup Joko.
Wabup Joko mengatakan melalui MTQ, ukhuwah islamiyah dapat di perkuat, persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa dapat di perkokoh, serta dapat pula menumbuhkan semangat generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat untuk membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Wabup Joko, kearifan lokal tanah sisar matiti merupakan identitas budaya yang harus di jaga dan lestarikan, dan ketika dipadukan secara selaras dengan ajaran al-qur’an, akan melahirkan kehidupan sosial yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan. Tambah Joko
Untuk itu, pelaksanaan MTQ ke-11 tingkat kabupaten teluk bintuni ini, di gunakan menjadi cerminan komitmen bersama seluruh elemen daerah dalam membangun masyarakat teluk bintuni yang religius, berakhlak mulia, dan harmonis, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat menuju teluk bintuni yang serasi.
Kendati itu, Secara khusus dalam kapasitasnya sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) kabupaten teluk bintuni, ia berharap melalui MTQ ke-11 ini, akan lahir generasi qur’ani yang tidak hanya mampu membaca dan memahami al-qur’an dengan baik, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Generasi inilah yang diharapkan menjadi pilar utama dalam membangun kabupaten teluk bintuni yang religius, harmonis, dan bermartabat. Ujar Wabup
“Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah kabupaten teluk bintuni, seluruh panitia, serta semua pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini,” Ujar ketua LPTQ.
Kepada para peserta, wabup Joko mengajak untuk mengikuti MTQ ini dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menampilkan kemampuan terbaik sebagai bentuk ibadah kepada allah subhanahu wa ta’ala. Jadikan MTQ ini sebagai ajang silaturahmi, pembelajaran, dan peningkatan kualitas diri dan bukan semata-mata untuk meraih kemenangan saja. Ujarnya
“Kepada dewan hakim, kami berharap dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab, serta kepada seluruh masyarakat mari kita jaga ketertiban, kekhidmatan, dan semangat kebersamaan selama pelaksanaan kegiatan ini,” Ujar Wabup Joko.
Sementara Ketua panitia Ashar Mambooe menyampaikan tujuan kegiatan MTQ ini untuk menjaring, membina qori dan qori’ah baik do tingkat kabupaten. Sehingga persiapan menghadapi ajang MTQ di tingkat lebih tinggi, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Alquran serta mendorong nilai- nilai keimanan dalam kehidupan sehari hari.
Perlu diketahui bahwa pelaksanaan MTQ ke Xl tingkat kabupaten berlangsung selama 5 hari di mulai sejak 4 hingga 8 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di lapangan gedung serba guna (GSG). Dan para peserta yang mengikuti MTQ ini dari 12 Distrik dengan jumlah peserta dan official sebanyak 702 orang. Ujar Anshar. (Susi)
