Miras Cap Tikus Dikemas Dalam Botol Teh Pucuk Beredar Di Kalangan Pelajar

Kepala Distrik Bintuni, Mozes Koropasi saat di wawancarai media ini (foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com– Minuman keras (Miras) jenis Cap Tikus beredar di kalangan pelajar, hal ini di ungkapan oleh kepala Distrik Bintuni Mozes Koropasi kepada media ini di salah satu kegiatan yang di hadirinya. Selasa (12/11/2024)
Ia prihatin atas hal ini, mengingat pesta demokrasi sebentar lagi di laksanakan namun Miras Cap Tikus yang dikemas dalam botol Teh Pucuk kini beredar di kalangan pelajar tingkat SMA YPK Bintuni. Lebih lanjut Mozes mengatakan Peredaran miras yang dikemas dalam botol teh pucuk sangat meresahkan siswa SMA YPK Bintuni dan pihak Sekolah dalam hal ini dewan guru. Sebab fasilitas keamanan dan pagar sekolah menjadi kendala utama.
Kendati itu, Mozes mengungkapkan bahwa sekolah SMA YPK sampai saat ini belum memiliki pagar pembatas, padahal pihak sekolah telah mengusulkan beberapa kali ke Pemda Teluk Bintuni dalam Musrembang. Belum adanya fasilitas pagar pembatas sehingga orang lain kerap kali masuk ke area sekolah dan merusak fasilitas yang ada dalam ruang kelas.
“Pihak sekolah telah mengusulkan beberapa kali dalam musrembang ke Pemda terkait pagar sekolah namun sampai saat ini belum di tanggapi,”. Ujar Mozes

Kepala Distrik Bintuni Mozes Koropasi saat bertemu Kepala Sekolah SMA YPK Bintuni
Pagar sangat manfaat untuk melindungi sekolah agar orang lain tidak masuk ke dalam area sekolah tanpa izin, hal ini sangat di sayangkan dikarenakan orang lain masuk ke area sekolah dan merusak beberapa fasilitas dalam ruang belajar bahkan pintu sekolah di rusakin. Ada yang berak, kencing, muntah.
Perlu di ketahui bahwa sejak tahun 2018 pihak sekolah telah mengusulkan pembangunan pagar namun sampai saat ini belum mendapat respon dari pihak terkait. Pagar ini dinilai penting. Dikarenakan SMA YPK Bintuni merupakan satu-satunya sekolah yang menampung anak-anak dari tujuh suku di Teluk Bintuni, serta menerima siswa yang tidak lulus masuk di SMA dan SMK negeri.
“Jika fasilitas dasar seperti pagar tidak diperhatikan, bagaimana kita bisa menjaga kualitas pendidikan dan keamanan siswa,” ujar Mozes (Susi)
