Gali Potensi Seni Tari, Dikbudpora Gelar Lomba Tari Kontemporer, Wabup Joko; Sediakan Wadah Kreatif Bagi Pelajar

Peserta lomba tari kontemporer. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni melaksanakan lomba tari kontemporer tingkat SMP, SMA, SMK, dan MA yang berlangsung di gedung serba guna (GSG) pada Kamis (13/11/2025).
Sebanyak 26 grup tari kontemporer kategori pelajar setingkat SMP, SMA,SMK, MA ambil bagian dalam kegiatan kali ini.
Mereka masing masing diberi kesempatan untuk menampilkan kreativitas seni gerak tari dihadapan para dewan juri, sebagai bagian dari upaya menggali potensi sekaligus melestarikan kesenian tari.
Dalam laporan panitia pelaksana Sahroni Kosepa menyampaikan komba tari kontemporer ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, serta meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap seni dan budaya lokal.
Panitia pelaksana mengadakan lomba tari kontemporer di tingkat SMP, SMA, SMK, dan SMA Kabupaten Teluk Bintuni, dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan. Serta nenggali potensi dan kreativitas pelajar dalam bidang seni tari.

panitia Pelaksana Lomba seni tari Kontemporer, Sahroni Kosepa.
Meningkatkan kebersamaan dan rasa persaudaraan antar pelajar di Kabupaten Teluk Bintuni. Hal ini menjadi ajang pembinaan dan pelestarian seni budaya daerah. Ujar Roni
Lomba tari kontemporer kali ini mengusung tema “Irama Serasi dari Bintuni untuk Pahlawan Nasional”, tema tersebut menggambarkan keharusan gerak dan irama sebagai simbol semangat masyarakat Bintuni dalam menghormati jasa pahlawan serta menjaga keutuhan bangsa melalui seni.
Adapun jumlah peserta sebanyak 26 grup, yang terdiri dari SMP sebanyak 15 grup, SMA-SMK sebanyak 11 grup, sehingga total keseluruhan dari jumlah peserta adalah 258 orang.
Diharapkan kegiatan ini akan berjalan tertib, meriah, dan penuh semangat, dengan antusiasme peserta dan penonton sangat tinggi. Selain itu Adapun kategori lomba yakni Kategori SMP : Juara 1 sampai Juara 6. Kategori SMA SMK SMA : Juara 1 sampai dengan Juara 6.
Sementara sekretaris Dinas Perlindungan Anak Kabupaten Teluk Bintuni, Natalia Okrofa menyampaikan apresiasi, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari amanat Undang‑Undang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 31 yang menjamin hak anak atas kebebasan berekspresi dan partisipasi dalam kegiatan budaya serta seni.
Natalia menjelaskan tujuan dan manfaat lomba tari kontemporer ini diselenggarakan untuk memberikan ruang kebebasan bagi anak‑anak untuk mengekspresikan diri melalui minat dan bakat masing‑masing.

Sekretaris DP3AKB Natalia Okrofa saat menyampaikan sambutan. (Foto/Susi)
Menyalurkan energi kreatif sebagai alternatif positif, sehingga dapat mengurangi risiko penyalahgunaan minuman keras dan perilaku negatif lainnya. Meningkatkan kesadaran akan hak anak, khususnya hak untuk hidup bebas dari kekerasan dan pelecehan.
Membangun karakter kepemimpinan melalui pengalaman tampil di panggung, yang akan membentuk generasi yang percaya diri dan bertanggung jawab. Serta realitas sosial yang harus di Waspadai
Ia mengatakan DP3AKB tidak dapat menutup mata terhadap beberapa permasalahan yang masih mengancam masa depan anak‑anak. Minuman keras menjadi faktor utama dalam beberapa kasus kekerasan yang melibatkan pelajar, seperti yang baru‑baru ini di saksikan dalam mediasi kasus pembacokan.
Kasus pelecehan seksual di Kabupaten Teluk Bintuni mencapai 21 kasus pada tahun ini, dengan mayoritas korban adalah perempuan usia sekolah. Data dari rumah sakit menunjukkan 29 perempuan dan 19 laki‑laki berusia 1‑14 tahun, serta 137 perempuan dan 108 laki‑laki berusia 15‑19 tahun.
Angka‑angka ini mengingatkan semua bahwa kebebasan yang diberikan harus diiringi dengan tanggung jawab dan pengawasan yang baik dari orang tua, guru, dan seluruh elemen masyarakat.
Pesan kepada Anak‑Anak dan Orang Tua
Anak‑anak sekalian, kalian adalah pahlawan bagi diri sendiri. Manfaatkan kesempatan yang ada untuk belajar lebih giat, hindari hal‑hal yang merusak masa depan, dan teruslah berkreasi. Ingatlah bahwa setiap gerakan tari adalah langkah menuju impian yang lebih besar.
Kepada orang tua, kami mohon untuk terus memberi perhatian yang cukup, karena waktu anak di rumah lebih banyak daripada di sekolah. Pantau aktivitas mereka, dukung minat mereka, dan jadilah contoh yang baik.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Daerah telah mengalokasikan anggaran untuk memperluas fasilitas pendidikan, termasuk pembangunan gedung serbaguna ini, serta menyediakan beasiswa dan bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa. Namun, fasilitas saja tidak cukup, yang terpenting adalah kesiapan pribadi untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi, berkolaborasi dengan sanggar‑sanggar seni, dan terus mengadakan kegiatan positif seperti ini secara berkelanjutan. Semoga lomba ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Teluk Bintuni untuk menjadi pemimpin yang berintegritas, berbudaya, dan mampu menjaga diri serta orang lain. Ujar Natalia
Dalam sambutan wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara mengucapkan terima kasih yang sebesar‑besarnya kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini. Kepada Ibu Sekretaris Dinas Perlindungan Anak, terima kasih atas himbauan dan motivasi yang sangat inspiratif.
Menurut Wabup Joko kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, ini merupakan wujud nyata dari amanat Undang‑Undang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 31 yang menjamin hak anak atas kebebasan berekspresi dan partisipasi dalam kegiatan budaya, seni, dan rekreasi. Dengan memberi ruang kepada anak‑anak untuk mengekspresikan diri melalui tari.
Wabup menjelaskan tujuan dan manfaat lomba tari kontemporer ini diselenggarakan dengan beberapa tujuan utama yakni menumbuhkan semangat nasionalisme dan rasa kebanggaan terhadap budaya lokal, sekaligus menghormati jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.

Wakil Bupati Joko Lingara (Foto/Susi)
Menyediakan wadah kreatif bagi pelajar untuk menyalurkan minat dan bakat, menggabungkan unsur tradisi dengan modernitas. Selain itu, mencegah masalah sosial seperti penyalahgunaan minuman keras, kenakalan remaja, dan pelecehan seksual, yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Teluk Bintuni.
Wabup katakan, untuk membangun kepemimpinan melalui pengalaman tampil di panggung, sehingga anak‑anak dapat belajar percaya diri, disiplin, dan tanggung jawab.
Kendati itu, Wabup Joko menyampaikan data yang di terima menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 21 kasus pelecehan seksual di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni, dengan mayoritas korban adalah perempuan usia sekolah. Angka ini mengingatkan semua akan pentingnya menyediakan alternatif positif seperti lomba ini, agar anak‑anak dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang mendidik dan menyehatkan. Ujar Wabup
Kolaborasi dan Visi Bersama
Kegiatan ini harus menjadi titik tolak, bukan hanya satu hari yang berlalu begitu saja. Wabup mengajak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, serta seluruh sanggar seni di Kabupaten Teluk Bintuni untuk terus berkolaborasi, menciptakan program berkelanjutan yang dapat menjangkau lebih banyak anak, terutama di daerah‑daerah terpencil.
Sesuai dengan visi pemerintah Teluk Bintuni yang Berbudaya, Sehat, dan Berdaya” hal ini sejalan dengan semangat lomba ini. Dengan dukungan semua pihak dapat melahirkan generasi yang tidak hanya berbakat, tetapi juga berkarakter, siap menjadi pemimpin masa depan yang menginspirasi.
Pesan Kepada Para Peserta
Anak‑anakku sekalian, peserta lomba tari kontemporer, ingatlah bahwa panggung ini adalah tempat untuk belajar, berkreasi, dan mengekspresikan identitas diri. Janganlah fokus semata pada kemenangan, yang lebih penting adalah bagaimana kalian menampilkan karya dengan hati, menghargai sesama peserta, dan mengambil pelajaran dari setiap langkah tari.
Jika kalian mengalami kegalan, jadikanlah itu motivasi untuk bangkit kembali. Jika kalian berhasil, gunakan keberhasilan itu untuk menginspirasi teman‑teman lain agar turut berani mengekspresikan diri. Kalian adalah harapan bangsa, dan setiap gerakan tari adalah langkah menuju masa depan yang lebih baik.
Wabup mengajak seluruh masyarakat untuk doa bersama agar segala usaha dalam bidang pendidikan, seni, dan perlindungan anak dapat memberikan hasil yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Teluk Bintuni, dan menjadi cahaya yang menerangi jalan generasi mendatang. Tutup wabup. (Susi)
