Rakor Lintas Sektoral Momentum Perkuat Sinergi Selaraskan Langkah dan Membangun Komitmen Pelayanan Kesehatan Lebih Optimal

BINTUNI, SuaraTeluk.com – Kesehatan adalah pondasi utama pembangunan daerah sekaligus investasi strategis untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul, produtif dan berdaya saing. Hal ini di sampai wakil Bupati saat membuka pertemuan koordinasi Lintas Sektoral bidang pencegahan dan pengendalian penyakit.
Wakil Bupati Joko Lingara menyampaikan sinergi lintas sektor kunci utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan sektor kesehatan tidak hanya dari fasilitas dan tenaga kesehatan, tapi juga kemampuan semua pihak memastikan masyarakat dapat layanan berkualitas dan hidup sehat. Rabu (17/6/2026)
Sehingga Wabup Joko mengapresiasi Dinas Kesehatan dan tenaga kesehatan yang tetap berdedikasi meskipun menghadapi tantangan geografis, keterbatasan akses, serta dinamika kebijakan dan pembiayaan.Kendati itu, menurutnya tantangan ke depan dinilai makin kompleks.

Olehnya itu, rakor lintas sektoral jadi momentum memperkuat sinergi, menyelaraskan langkah, dan membangun komitmen bersama untuk pelayanan kesehatan lebih optimal.
Perlu diketahui bahwa data Dinas Kesehatan semester I 2026 menunjukkan sejumlah persoalan. Penjaringan suspek TBC baru 38%. Kasus HIV teridentifikasi 2.507 dengan 70 kasus baru.
Penyakit tidak menular juga meningkat. Capaian pelayanan sesuai standar baru 31% untuk hipertensi, 36% Diabetes Mellitus, dan 39% ODGJ berat.“Ini perhatian kita bersama agar pelayanan terus ditingkatkan, baik pencegahan maupun pengendalian penyakit,” ujarnya.
Ia jiga menyoroti pemerataan akses di wilayah terpencil. Luas wilayah, geografis menantang, dan keterbatasan transportasi masih jadi kendala layanan merata. Sehingga ia meminta dukungan TNI-Polri, perhubungan, pekerjaan umum, pemerintah distrik dan kampung, serta masyarakat.
Di tengah penyesuaian anggaran, Wabup mengingatkan keterbatasan anggaran tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan. “Saya tegaskan ke para kepala puskesmas, keterbatasan anggaran bukan alasan turunnya kualitas pelayanan. Tantangan ini dijawab dengan kerja lebih efektif, efisien, dan inovatif,” tambah wabup Joko
Pemkab Teluk Bintuni menetapkan pembangunan SDM dan pelayanan dasar sebagai prioritas. Peningkatan derajat kesehatan harus jadi tanggung jawab bersama.Wabup mengajak peserta mengevaluasi capaian program, identifikasi tantangan, dan rumuskan langkah strategis terpadu.
“Kita harus memperkuat sinergi lintas sektor agar program kesehatan berjalan optimal demi masyarakat Teluk Bintuni yang Sehat, Energik, Religius, Andal, Smart dan Inovatif SERASI,” ujar wabup Joko. (Susi)
