Keluhan Warga Kampung Sebyar Rejosari Terkait Lampu Penerangan, Begini Respon Wabup Joko Lingara

BINTUNI, SuaraTeluk.com – Warga di Kampung Sebyar Rejosari Distrik Tomu, Kabupaten Teluk Bintuni, mengeluhkan soal listrik penerangan yang dikelola UPTD Kelistrikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Berhari-hari listrik padam, dan baru menyala menjelang kunjungan Wakil Bupati Joko Lingara pada Minggu (14/12/2025).
Fakta ini diungkapkan warga saat sesi dialog dengan Wakil Bupati Joko Lingara yang datang ke Kampung Sebyar Rejosari bersama unsur Forkopimda. Sejak 6 Desember 2025, listrik penerangan di kampung Sebyar Rejosari padam, dan baru menyala pada 13 Desember, atau sehari sebelum kunjungan Wakil Bupati.
“Saya mau bertanya kepada bapak, soal lampu. Disini kita PLTD mati-mati terus pak, jadi bagaimana kira-kira solusinya supaya lampu menyala,” kata Halimah Rombure, warga Sebyar Rejosari kepada Wabup Joko Lingara.
Warga lain menyebutkan, selain di awal Desember, listrik penerangan yang dibiayai APBD Teluk Bintuni ini, padam selama bulan November. Kondisi penerangan yang tidak stabil ini, terjadi sejak masuknya kontraktor baru yang menyuplai kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk PLTD.
Annur, warga Kampung Ekam Distrik Tomu menyampaikan, listrik dari PLTD biasanya mulai menyala pada pukul 18.00 Wit (jam 6 sore), hingga pukul 6.00 Wit pagi, atau menyala selama 12 jam. Tapi yang sering terjadi, sebelum jam 6 pagi, aliran listrik sudah padam.
“Kadang jam 5, kadang jam setengah 6 itu sudah padam,” ujar Annur.
Kondisi lampu penerangan rumah-rumah penduduk ini, sempat memicu emosi Wakil Bupati Joko Lingara. Menurutnya, Pemerintah Daerah sudah mengeluarkan biaya untuk membayar kontraktor yang menyediakan BBM PLTD.
“Tadi Om Juntak sudah minta maaf atas keterlambatan kasih menyala listrik. Saya tanya kenapa bisa? Dia bilang karena harus pergi ke Weriagar ambil minyak. Siapa yang suruh kesana, kita sudah bayar orang siapkan (BBM) di sini, ya seharusnya orang itu bertanggungjawab,” ujar Wabup Joko Lingara.
Sebelum disampaikan ke Wakil Bupati Joko Lingara, persoalan penerangan kampung ini sempat mencuat di media sosial. Isu yang saat itu beredar, nelayan di Kampung Sebyar Arjosari kesulitan mendapat BBM Subsidi di SPBU yang ada di kampung, karena diduga habis dijual untuk kebutuhan BBM PLTD.

Wabup Joko Lingara saat di wawancara media ini. (Foto/Susi)
Usai pertemuan dengan warga, Wabup JL akan menelusuri kebenaran informasi ini. Jika benar BBM Subsidi itu dialihkan untuk PLTD, ia akan melaporkan ke APH untuk diproses pidana. “Ini sudah penyalahgunaan BBM Subsidi,” ujar oWabup JL. (Susi)
