Pengawas Sekolah Di aktifkan Kembali, Kadin Pendidikan Hendri : Perubahan Cukup Signifikan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni, Hendri Kapuanga. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni, Hendri Kapuangan telah mengaktifkan kembali pengawas sekolah dan memberikan perhatian pada peran pengawas dalam pengawasan pendidikan di sekolah.
Pengawas sekolah dianggap strategis dalam memastikan pelaksanaan kepentingan di sekolah, dan hasil pengawasan akan dilaporkan ke dinas pendidikan untuk ditindaklanjuti.
Dikatakan Hendri bahwa pengawas sekolah beberapa tahun belakangan sempat mengalami vakum, ia katakan pengawas sekolah di Teluk Bintuni mulai diberdayakan lagi untuk aktif melaksanakan tugasnya turun ke lapangan untuk mengawasi sekolah. Hal ini dilakukan untuk memperlancar proses belajar mengajar terutama di wilayah pesisir dan pedalaman.
Lebih lanjut Kadin Pendidikan Teluk Bintuni, Hendri Kapuanga menjelaskan bahwa pengawasan sekolah telah berjalan sejak ia menjadi Kepala Dinas Pendidikan pada Januari 2025. Sejak ia menjabat sebagai kepala dinas Pendidikan, Hendri memberikan perhatian bagi petugas pengawas karena pengawasan sekolah cukup strategis untuk melaksanakan kepentingan di sekolah.
Ia memberikan anggaran, kemudian melibatkan pengawas dalam kegiatan pengawasan dan pendampingan sekolah, reposisi pengawas kemabli di fungsikan, dan saat ini mereka telah melaksanakan kegiatan, ujar Hendri kepada media ini di halaman kantor Bupati SP 3. Kamis (26/6/2025).
Dijelaskannya bahwa saat ini Dinas pendidikan memiliki 6 petugas pengawas sekolah dan 10 staf pengawas. Setelah diaktifkan kembali untuk melaksanakan tugasnya dilapangan, ada perubahan yang cukup signifikan di sejumlah sekolah khususnya wilayah pesisir.
“Saya lihat hasilnya sudah mulai bagus, saya sering dapat laporan dari mereka, bahkan ketika saya turun ke kampung-kampunh saya bawa,” Ujar Hendri
Kehadiran pengawas di sekolah sangat berfungsi untuk menerima keluhan dan masukan dari pihak sekolah, jikalau ada hambatan atau permasalahan dalam proses belajar mengajar. Selanjutnya hasilnya disampaikan ke dinas pendidikan untuk langsung menangani permasalahan tersebut.
“saya berharap guru jangan takut karena adanya pengawas dan dinas hadir, tapi mindsetnya yang harus dirubah bahwa tugas saya ini adalah mengajar,” Ucap Hendri.
Setelah dengan adanya pengawasan ini, kehadiran guru di lapangan dan proses belajar mengajar sudah mulai berjalan bagus, Hendri mengatakan sebelumnya sekolah banyak yang macet.
Selain guru, kinerja kepala sekolah juga diawasi, jika ada kepala sekolah yang tidak bekerja dengan baik, maka dinas pendidikan akan mengambil sikap tegas terhadap kepala sekolah yang lalai dalam menjalankan tugasnya. (Susi)
