Rumah dari Dinas Sosial Provinsi di Perjualbelikan di Teluk Bintuni, Kepala Distrik Moses Koropasi Bertemu Kadin Sosial Provinsi
BINTUNI, suarateluk.com- Kepala Distrik Bintun, Moses Koropasi saat bertemu Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Barat Lasarus Indow, Membahas adanya informasi dari masyarakat dikabupaten Teluk Bintuni membeli rumah dari Dinas Sosial Provinsi Papua Barat, Seharga 40- 60 juta per Unit yang tersebar di beberapa titik yakni sekitaran komplek masjid kuba dan Kampung Argosigemerai. Senin (25/9/2023)
Kepala Distrik Bintuni Moses Koropasi setelah bertemu Kadin Sosial Provinsi Papua Barat menyampaikan hasil pertemuan bahwa tidak ada pembangunan rumah dari Dinas Sosial Provinsi Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni sejak Lasarus Indow menjabat sebagai Kepala dinas sosial Provinsi Papua Barat.
Selanjutnya Moses mengatakan, Dinas Sosial Provinsi Papua Barat hanya menagani Bahan Bangunan Rumah (BBR) tidak dalam bentuk fisik Bangunan, Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Barat berpesan agar segera dilaporkan ke pihak penegak hukum karena sudah mencatut nama Dinas Sosial Provinsi Papua Barat dalam kengiatan Tersebut.
Dikatakan Moses Koropasi Sebagai kepala wilayah di Distrik Bintuni dan perepanjangan tangan dari Bupati Teluk Bintuni, tidak terima dengan kejadian ini, karena banyak masyarakat bertanya -tanya tentang bantuan dari provinsi kami tidak dapat, bantuan seperti ini harus sepengetahuan kepala wilayah yaitu Distrik.
Saya sebagai kepala Distrik Bintuni akhirnya meninjau program ini tetap sasaran atau tidak bantuan rumah sosial tersebut, karena pembangunan rumah sosial masih banyak saudara-saudara kita lokal banyak yang membutuhkan.
Masyarakat butuh rumah layak huni sementara rumah sosial ini diperjual belikan oleh oknum-oknum tertentu, setelah saya kembali dari manokwari akan segera Meninjau lokasinya dan akan segera melaporkan ke pihak yang berwajib.
Moses mengatakan tidak ada tawar menawar, siapapun yang bekerja di wilayah Distrik Bintuni tanpa kordinasi dan tidak tepat sasaran apa lagi mengatasnamakan provinsi Papua Barat ia akan laporkan kepihak penegak Hukum agar diproses dan di adili. Ujar Moses (Susi)
