Penyerahan Bantuan Tali Asih Wujud Penghargaan Pemerintah Kepada Masyarakat Pemilik Hak Ulayat
BUNTUT, suaratelu.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, menyerahkan bantuan dana kerohiman tanah Bandara Stenkool kepada pemilik hak ulayat marga Yettu dan Iba yang di kantor bupati SP 3 Distrik Manimeri. Kamis (21/9/2023).
Dana kerohiman atau tali asih diberikan langsung oleh Bupati Petrus Kasihiw dan Wakil Bupati Matret Kokop dengan nilai sebesar Rp200 juta dan 1 ekor Babi seharga Rp15 juta.
Bupati Petrus Kasihiw dalam sambutannya mengatakan, penyerahan bantuan tali asih untuk wujud dari penghargaan pemerintah terhadap masyarakat pemilik hak ulayat dengan segala budaya dan simbol yang dimilikinya.
Apalagi, tanah bandara ini merupakan aset negara yang harus dijaga untuk kepentingan pelayanan umum.
Besar biaya kerohiman itu cukup tidak cukup itu yang pemerintah bisa lakukan, didalam ketentuan kami tidak bisa keluarkan biaya lebih dari 1 kali, nilainya tidak bisa lebih dari Rp200 juta, Ujar Kasihiw
Pada kesempatan tersebut Bupati juga memastikan akan mengabulkan permintaan pemilik ke dua marga untuk membuka kampung baru, namun hal ini tentunya akan melalui tahapan yang panjang yang nantinya akan diselesaikan secara teknis oleh bagian tata pemerintahan sekretariat daerah.
“Harapan saya mari kita tidak usah palang bandara masalah selesai, tentu ada kebijakan lain tapi kita tidak perlu bicarakan di sini,” kata Bupati lagi.
Sementara itu, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Choiruddin Wachid dalam arahannya meminta warga untuk sama-sama menjaga situasi Kamtibmas
Kapolres AKBP Chairuddin Wachid mengatakan perbuatan pemalangan bandara atau apapun itu menurut KUHP sudah jelas perbuatan melanggar hukum, jika itu mengancam nyawa manusia.
Demikian juga Dandim 1806 Letkol Arh Patrick Arya Bima mengatakan, TNI sebagai instansi yang bertugas menjaga stabilitas keamanan wilayah, meminta kepada masyarakat dengan hati terbuka dan berpikir jernih agar sama-sama menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.
Dandim berharap tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan apalagi sampai TNI berhadapan dengan masyarakat karena mengancam keamanan wilayah. (Susi)
