Pemkab Bintuni Dengan TNI-Polri Gelar Apel Gabungan dan Aksi Bersih Sampah

Nampak Bupati dan Dandim 1806 hendak mengangkat Sampah di area pasar Sentral. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Aksi kolaborasi dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2026 yang melibatkan Pemkab, TNI/Polri, dan OPD serta elemen masyarakat merupakan bentuk nyata sinergi untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Tujuan dari aksi kolaborasi ini dalam rangka Peringatan HPSN 2026 yang jatuh pada tanggal 21 Februari berfokus pada kolaborasi Untuk Indonesia Bersih yang melibatkan pembersihan sampah di area publik, termasuk pasar, guna meningkatkan kesadaran lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melaksanakan apel gabungan TNI/Polri dan seluruh OPD serta elemen masyarakat yang berlangsung di Pasar Sentral Bintuni pada Kamis (19/2/2026). Dalam rangka pencanangan Hari Peduli Sampah Nasional.

Bupati Yohanis Manibuy pimpin apel gabungan di area pasar Sentral Teluk Bintuni. (Foto/Susi)
Menurut Bupati Yohanis Manibuy yang akrab di sapa Anisto ini mengatakan apel gabungan Pemda, TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat bukan sekedar rutinitas, tetapi merupakan simbol sinergi, disiplin, dan komitmen bersama dalam menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Dikatakan Bupati bahwa Kabupaten teluk bintuni dengan jumlah penduduk lebih dari Sembilan puluh ribu jiwa menghasilkan puluhan ton sampah setiap hari. Jika tidak dikelola dengan baik, timbunan ini akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
Komposisi sampah ini didominasi oleh sampah organik dan plastik, di mana sampah plastik menjadi ancaman dengan membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Kondisi geografis ini yang memiliki banyak sungai memperbesar risiko sampah terbawa hingga ke laut, mencemari ekosistem, merusak biota laut, dan pada akhirnya mengancam sumber pangan serta kesehatan Masyarakat. Ujar Bupati

Oleh karena itu, aksi bersih sampah yang Pemda laksanakan hari Ini harus dipandang sebagai gerakan moral dan gerakan disiplin. Hari ini pembersihan mulai dari pasar sentral bintuni.
Selanjutnya Bupati perintahkan agar dilanjutkan di lingkungan kantor, perumahan, hingga Kampung-kampung, kegiatan di pagi hari ini menjadi contoh bahwa perubahan dimulai dari keteladanan. Selain aksi bersih sampah, Bupati juga menegaskan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Tiap rumah tangga, kios, toko, rumah makan, dan tempat usaha lainya agar mulai memisahkan sampah organik.
Disampaikan Bupati salah satu persoalan yang harus menjadi perhatian dan ditangani secara serius adalah masalah sampah. Dalam taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah tanggal 2 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan status darurat sampah nasional dan terpadu, termasuk langkah penanganan Pemerintah. pembangunan 34 proyek waste-to-energy (weist to enerji) di berbagai daerah.
Kebijakan ini menuntut sinergi pusat-daerah untuk mengatasi overcapacity Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dan mewujudkan lingkungan bersih melalui Gerakan Peduli Sampan Nasional. Lebih lanjut kata Bupati bahwa keberadaan sampah rumah tangga dan industri yang didominasi sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk bisa terurai. Hal ini menegaskan bahwa persoalan sampah bukan lagi isu biasa, melainkan ancaman lingkungan yang memerlukan kepemimpinan tegas, kolaborasi lintas sektor, dan aksi nyata sampai ke daerah.
Untuk itu, Presiden juga menyoroti pengelolaan sampah yang belum optimal dan menuntut kebersihan di kantor-kantor kementerian/lembaga serta daerah. Inilah yang menjadi semangat dan motivasi bagi semua untuk turut mewujudkan lingkungan bersih melalui Aksi Bersih Sampah di Kabupaten Teluk Bintuni. (Susi)
