Partnership Kadin Pusat Soroti Peluang Besar Pengelolaan SDA Migas-LNG Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Adat Papua

Partnership Kadin pusat, Joko Sutanto saat di wawancara oleh awak media. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Lembaga Musyawarah Adat (LMA) Suku Besar Sebyar, yang dilaksanakan di Gedung Women Child Center, Sisar Matiti, Kali Kodok, Distrik Bintuni, pada Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh Partnership Kadin Pusat, Joko Susanto, itu menyoroti peluang besar pengelolaan sumber daya alam, termasuk migas dan LNG, yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat Papua Barat. Ini menarik perhatian Joko Susanto dalam pengelolaan ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus melestarikan kearifan budaya menjadi sorotannya.
Program unggulan dengan pendirian koperasi yang bergerak di sektor migas mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk salah satu Partnership dari jakarta yakni Joko Sutanto, yang hadir mewakili jaringan pengusaha daerah.
Saat di wawancarai para awak media di ruang women child center, Joko Sutanto mengatakan bahwa rangkaian prosesi sakral yang menjadi bagian tak terpisahkan dari acara pelantikan adalah warisan budaya yang patut dibanggakan.
“Ini adalah identitas kita yang hidup dan terjaga dengan baik di wilayah Timur Indonesia. Prosesi ini bukan sekadar seremoni, tapi juga bentuk penguatan nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab yang diwariskan turun-temurun,” ujarnya kepada awak media di Teluk Bintuni
Menurutnya, hal yang paling menarik adalah program kerja yang disampaikan oleh Ketua LMA yang baru dilantik. Berbeda dengan koperasi umumnya yang lebih banyak bergerak di sektor kerajinan tangan atau pertanian, koperasi yang akan dikembangkan oleh LMA Suku Besar Sebyar akan fokus pada pengelolaan dan pemasaran hasil olahan migas, yang sepenuhnya dikelola oleh masyarakat adat setempat.
Sehingga ia mengatakan bahwa hal ini menjadi terobosan yang luar biasa. Selama ini sering dilihat adalah koperasi yang selalu bergerak di sektor tradisional, namun, kali ini LMA Suku Besar Sebyar berani mengambil peran dalam pengelolaan sumber daya alam daerah.
“Saya pikir potensi besar yang ada di Teluk Bintuni bisa memberikan manfaat langsung bagi pemilik hak ulayat, bukan hanya dinikmati pihak luar,” ujar Joko
Joko Sutanto menambahkan, kemandirian ekonomi yang dibangun melalui program ini akan berdampak luas. Ketika masyarakat adat mampu mengelola sumber daya dan menghasilkan pendapatan sendiri, maka beban pemerintah dalam menyediakan kebutuhan dasar akan berkurang.
“Bayangkan, Bintuni ini letaknya jauh dari Jakarta, tapi ide dan semangatnya sangat maju. Saya pribadi sangat terkesan dengan visi Ketua LMA yang baru, Bapak Nuh Inai. Beliau tidak hanya memikirkan ekonomi, tapi juga menanamkan semangat persatuan dan kesatuan yang sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Kami dari dunia usaha siap mendukung dan membantu merealisasikan setiap program yang direncanakan,” tambah Joko
Pihaknya juga berharap agar kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah, dan pelaku usaha terus dijaga dan dikawal dengan baik.
“Kita harapkan apa yang dimulai dari sini bisa berjalan lancar, memberikan kesejahteraan yang adil bagi masyarakat adat, dan membuktikan bahwa pembangunan yang berkeadilan bisa dimulai dari wilayah Timur Indonesia,” tutup Joko sembari mengucapkan Terima kasih kepada awak media.
Perlu diketahui bahwa acara Pelantikan dan rapat kerja Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Besar Sebyar tersebut dihadiri langsung oleh Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Barat, Noris Mandacan.
(Susi)
