Mewujudkan Visi Misi Pemerintah Daerah, Dikbudpora Kerja Keras Memenuhi Sarana Prasarana Pendidikan di Wilayah Pedalaman

BINTUNI, SuaraTeluk.com – Peningkatan sumber daya manusia yang andal melalui pemenuhan pendidikan yang layak, menjadi salah satu program prioritas Pemerintahan Yohanis Manibuy-Joko Lingara di Teluk Bintuni, Papua Barat.
Untuk mewujudkan visi misi tersebut, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Teluk Bintuni harus bekerja keras memenuhi sarana dan prasana pendidikan di wilayah pedalaman, yang selama ini tertinggal.
“Saya baru pulang dari Wimbro untuk melihat lokasi pembangunan dua RKB Sekolah Dasar. Ini sudah menjadi komitmen Pak Bupati dan Pak Wakil untuk mewujudkan visi SERASI,” kata Henry D. Kapuangan, Kepala Dinas Dikbudpora Teluk Bintuni, Senin (13/7/2026).
Kampung Wimbro adalah salah satu kampung yang ada di pesisir selatan Distrik Aroba. Jaraknya dengan ibukota kabupaten sekira 38,5 kilometer, atau 7,5 kilometer dari ibu kota distrik. Di kampung yang berjumlah penduduk sekira 705 jiwa ini, belum ada fasilitas pendidikan, mulai dari TK hingga SMP.
Disampaikan Henry, untuk mengenyam pendidikan dasar, para murid di Kampung Wimbro harus menyeberang menggunakan perahu ke Kampung Sidomakmur (RKI/Rumah Kayu Indonesia), dengan biaya Rp 150.000 per bulan.
“Itu sudah terjadi bertahun-tahun. Kalau orangtuanya belum bayar perahu, anak-anaknya tidak diangkut untuk berangkat sekolah,” ungkap Henry.
Disamping itu, perjalanan laut menuju sekolah di RKI, kata Henry, tidak memberikan jaminan keselamatan jiwa bagi peserta didik. Kondisi ini yang semakin menguatkan alasan Pemerintahan Yohanis Manibuy-Joko Lingara, untuk memutus mata rantai agar generasi masa depan Teluk Bintuni mendapat pendidikan yang baik dan aman.
“Dengan dukungan penuh dari Pak Bupati dan Pak Wakil, saya targetkan tahun depan RKB ini sudah bisa digunakan. Anak-anak wimbro tidak perlu lagi menyeberang ke RKI untuk sekolah,” ujar Henry. (Susi)
