Dengan Segala Keterbatasan Dipengungsian Tidak Membuat Para Siswa SMP Satu Atap Menyerah Untuk Tetap Sekolah

BINTUNI, SuaraTeluk.com – Kendati belajar dengan segala keterbatasan di pengungsian, para siswa dari Distrik Moskona Utara yang sekolah di SMP Satu Atap Moyeba, harus tetap semangat demi masa depan yang lebih baik. Mengenyam pendidikan yang baik, menjadi kunci untuk menggapi cita-cita.
Motivasi ini disampaikan Henry D. Kapuangan, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Teluk Bintuni, saat mengunjungi puluhan siswa SMP SATAP Moyeba yang sedang mengikuti MPLS di ruang darurat di rumah kepala sekolah di Kampung Hokut, Distrik Bintuni, Senin (13/7/2027).
“Semangat belajar ya. Kalau kita semangat belajar, semangat sekolah, masa depan kita baik. Kita kalau tidak sekolah baik, masa depan kita akan terganggu. Kalian ini anak negeri yang punya peluang besar, kesempatan belajar untuk sekolah, rajin belajar, sekolah, jangan patah semangat,” ucap Hendry.
Dalam pertemuan dengan para siswa, Henry bertanya apakah ada yang mau jadi dokter dan pilot. Seorang siswi mengangkat tangan. Ketika cita-citanya itu kelak terwujud, ia ingin mengabdikan profesinya itu dengan bertugas melayani masyarakat di Moyeba.
Ditambahkan Henry, dengan segala keterbatasan karena kondisi yang tidak menentu, dirinya akan berusaha memenuhi segala kebutuhan dasar para siswa SMP SATAP Moyeba. Seluruh materi pendidikan yang dirasakan siswa di luar papua, harus juga dirasakan oleh para siswa SMP SATAP Moyeba.
“Nanti saya akan carikan guru Matematika untuk mengajar di sini. Kalau guru Bahasa Inggrisnya kan sudah ada. Jadi untuk bisa menjadi dokter, menjadi pilot, nilai Matematikanya harus bagus, Bahasa Inggrisnya, IPA-nya,” kata Henry.
Ditahun ajaran baru 2026/2027, SMP SATAP Moyeba hanya menerima enam orang siswa. Terkait dengan fakta ini, Henry sudah mengingatkan kepada para orangtua masyarakat Moskona Utara, agar menyekolahkan anaknya yang sudah lulus SD, ke SMP SATAP Moyeba.
“Supaya keberlanjutan sekolah ini berjalan. Kalau tidak ada yang mendaftar, nanti sekolah ini ditutup,” kata Henry. Henry Kembali meyakinkan, untuk masuk sekolah, para orangtua tidak lagi harus keluarkan uang. Sebab, semua biaya pendidikan di Teluk Bintuni, sudah ditanggung oleh pemerintah daerah. (Susi)
