Marsela Inanosa Kadistrik Sumuri Ngotot 26 Orang Pencaker Dipulangkan ke Keluarga, Utamakan Pencaker Lokal

Nampak rapat berlangsung terkait persoalan ketenagakerjaan yang melibatkan PT. Mendo. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Persoalan ketenagakerjaan yang melibatkan PT Mendo dan sempat menjadi sorotan publik beberapa waktu lalu, menarik perhatian Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Teluk Bintuni.
Sehingga Disnaker mengadakan rapat bersama Pemerintah Distrik Sumuri, pemerintah kampung, dan pihak PT Mendo, rapat berlangsung disalah satu hotel di Bintuni. Sabtu (2/5/2026)
Dalam rapat tersebut, membahas terkait dengan penanganan tenaga kerja dari luar Teluk Bintuni serta prioritas bagi tenaga kerja lokal.
Kepala Distrik Sumuri, Marsela Inanosa, menyampaikan dari total 26 pencari kerja (Pencaker) dari luar Bintuni, hanya 8 orang yang memiliki keterampilan (skill). Namun, peluang kerja untuk posisi tersebut akan tetap diprioritaskan untuk masyarakat lokal di wilayah Ring 1 dan Ring 2.

Kepala Distrik Sumuri, Marsela Inanosa di wawancarai awak media pada Sabtu (2/5/2026) di aula hotel Indayana. (Foto/Susi)
“sebanyak 26 pencaker luar Bintuni, iti hanya 8 yang memiliki skill. Dan itu pun akan dibuka peluang untuk masyarakat lokal Ring 1 dan Ring 2,” kata Marsela kepada media ini.
Sementara itu, 18 pencaker lainnya masih harus menunggu proses administrasi berupa Surat Perintah Pelaksanaan Akad (SPPA) dari Kemenaker sebelum keputusan lebih lanjut diambil.
Kendati demikian, Marsela menekankan, seluruh tenaga kerja dari luar Teluk Bintuni tersebut belum diperbolehkan masuk ke dalam area kerja (site) sebelum adanya keputusan resmi dari Disnaker Kabupaten Teluk Bintuni.
“Mereka tidak boleh masuk ke dalam site sambil menunggu keputusan dari Disnaker,” tambah Marsela
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah bersama pihak terkait akan membuka peluang kerja secara luas bagi masyarakat lokal, khususnya tenaga terampil seperti welder dan bidang teknis lainnya. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar, karena kebijakan yang diambil bertujuan memberikan kesempatan lebih besar kepada tenaga kerja lokal.
Kendati itu, ia berharap masyarakat bersabar. Keputusan ini diambil demi membuka peluang sebesar-besarnya bagi tenaga kerja Ring 1 dan Ring 2, khususnya yang memiliki keterampilan (skill).
Marselina mengungkapkan, bahwa surat resmi dari PT Mendo terkait tenaga kerja belum sempat masuk ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Teluk Bintuni, sementara proses perekrutan tenaga kerja sudah berjalan di lapangan.
“Ini kan tidak masuk di akal sekali, ini ada permainan, tidak ada pemberitahuan kepada kami yang punya wilayah tiba-tiba sudah ada tenaga kerja luar yang tiba di Tofoi, kenapa ada apa sebenarnya?,” Ujarnya. (Susi)
