Kader PKK Bintuni Dapatkan Pelatihan Membatik

Bupati Teluk Bintuni, Dr. Ir. Petrus Kasihiw, MT, duduk.
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Bupati Teluk Bintuni, Dr. Ir. Petrus Kasihin, MT, membuka acara pelatihan membatik bagi kader PKK Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2024, yang berlangsung di Kampung Banjar Ausoy SP 5. Senin (9/9/2024)
Bupati Kasihin mengatakan batik merupakan warisan budaya Indonesia yang telah di akui oleh UNESCO. Dewasa ini, karena kebutuhan dan untuk memenuhi tingginya permintaan pasar, Ia lebih banyak menemukan batik printing. Padahal menurut UNESCO, batik adalah teknik perintahkan warna menggunakan lilin panas (malam) untuk membentuk motif tertentu.
Kendati demikian, Kasihiw mengatakan pelatihan batik semacam ini penting untk melestarikan batik yang sesungguhnya. Apalagi batik Cap dan tulis tentunya memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada batik printing.

“Pada prinsipnya kami pemerintah sangat mendukung dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim penggerak PKK yang pada hari ini melaksanakan pelatihan bagi para kadernya,” Ujar Kasihiw
Lebih lanjut di katakan Kasihiw bahwa guna meningkatkan kompetensi pelaku usaha batik yang ada di negeri junjungan ini, agar lebih terampil dalam membuat berbagai motif sehingga batik yang di produksi menjadi daya tarik bagi para konsumen, sehingga menjadi nilai jual yang lebih tinggi dan kelak dapat mengembangkan nya sebagai usaha hone industri dalam upaya meningkatkan ekonomis dan kesejahteraan keluarga.
Kasihiw mengatakan pengembangan usaha membatik merupakan bisnis yang menjanjikan di kabupaten teluk bintuni, dinilai dari banyaknya masyarakat yang menggunakan batik di acara-acara formal dan nonformal, potensi puluang usaha atau bisnis batik memang memang tidak ada matinya.
Batik merupakan identitasbnegara yang harus dilestarikan, karena usaha membatik ini selalu berkembang dengan berbagai inovasi sesuai dengan perkembangan zaman. Apabila usaha ini benar-benar ditekuni bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pendapatan keluarga yang akan berdampak meningkatkan kesejahteraan keluarga, sehingga terjadi penurunan angka kekerasan terhadap perempuan bdan amak serta meningkatkan ekonomi keluarga serta penurunan angka pekerja anak. Ujar Bupati Kasihiw
“Saya berharap kepada peserta pelatihan untuk mengikuti pelatihan ini dengan baik dan serius, manfaatkan momentum pelatihan untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari narasumber yang memang berkompeten di bidangnya,” imbuh Kasihiw
Dengan adanya pelatihan ini peserta dapat mengimplementasikan secara nyata dalam menunjang bisnis serta pendapatan dalam mensejahterakan keluarga. Tutup Kasihiw. (Susi)
