Hutan Adat Terancam, Masyarakat Suku Awyu Papua Unjuk Rasa di Depan Istana Merdeka
Sejumlah masyarakat adat suku Awyu melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/5/2023). Masyarakat adat suku Awyu dari Boven Digoel, Papua Selatan, tersebut meminta pemerintah mempertahankan hutan adat yang terancam oleh konsesi sejumlah perusahaan sawit di daerah itu.
Dalam aksinya, pendemo membentangkan spanduk, poster, dan melakukan tarian Papua.
Koalisi berasal dari Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN), Pusaka Bentala Rakyat Papua, Greenpeace Indonesia, Satya Bumi, LBH Papua, Walhi Papua, Eknas Walhi, PILNet Indonesia, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), serta Perkumpulan HuMa Indonesia.
Aksi ini merupakan kelanjutan dari upaya-upaya yang telah dilakukan suku Awyu dalam memperjuangkan hak atas lingkungan hidup mereka.
Sebelumnya, pada Maret lalu, suku Awyu telah melayangkan gugatan lingkungan hidup dan perubahan iklim ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura menyangkut izin lingkungan hidup yang diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terbuka Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua untuk PT Indo Asiana Lestari (PT IAL).
Hal ini diikuti dengan permohonan sebagai tergugat intervensi ke PTUN Jakarta pada Selasa, 9 Mei 2023 dalam gugatan korporasi PT Megakarya Jaya Raya dan PT Kartika Cipta Pratama terhadap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Masyarakat adat suku Awyu dari Boven Digoel, Papua Selatan, tersebut meminta pemerintah mempertahankan hutan adat yang terancam oleh konsesi sejumlah perusahaan sawit di daerah itu.
Post Views: 493
