Sebanyak 25 Suku Ramaikan Parade Budaya, Bupati Jaga dan Lestarikan Budaya Kita

Suku Maluku yang berdomisili di Kabupaten Teluk Bintuni turut serta dalam mengikuti parade budaya dalam rangka menyambut HUT ke 23 Tahun Teluk Bintuni. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Panitia Hari Ulang Tahun Kabupaten Teluk Bintuni ke-23, menggelar Parade Budaya di arena depan kantor Klasis jalan iguriji menuju alun-ulun SP 5.
Pertunjukan parade budaya nampak menarik perhatian masyarakat dari 25 suku di Kabupaten Teluk Bintuni yang memadati jalanan dalam Parade Budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (6/6/2026) Para peserta tampil mengenakan pakaian adat khas daerah masing-masing dan menampilkan berbagai tarian tradisional sepanjang perjalanan, menarik perhatian masyarakat yang memadati sisi jalan.
Sebanyak 25 suku turut andil dalam parade tersebut. Tujuh di antaranya merupakan suku besar yang mendiami Teluk Bintuni, yakni Suku Kuri, Sebyar, Sumuri, Irarutu, Moskona, Sough, dan Wamesa. Selain itu, parade juga diikuti berbagai suku Papua lainnya serta suku-suku Nusantara yang telah lama menetap dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Teluk Bintuni.
Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, I.B. Putu Suratna, dan disambut langsung oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, di Gelanggang Argosiegemrai. Setibanya di lokasi, setiap kelompok suku menampilkan tarian adat dan atraksi budaya di hadapan bupati, unsur Forkopimda, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam sambutan Bupati Teluk Bintuni, dalam acara parade budaya menyampaikan bahwa tema perayaan HUT ke-23 tahun ini dengan tema “tumbuh Serasi tangguh bersinergi,” Tema ini mengandung makna bahwa kemajuan daerah hanya dapat terwujud apabila ssluruh elemen masyarakat hidup dalam keharmonisan, saling menghormati, serra bekerja sama membangun Teluk Bintuni yang lebih SERASI ke depan. Ujar Bupati Yohanis Manibuy.
“Saya menyambut gembira antusiasme seluruh peserta parade budaya yang berasal dari 7 suku Teluk Bintuni (Sough, Moskona, Sebyar, Irarutu, Kuri, Wamesa, Sumuri),”. Ujar Bupati.
Selain 7 Suku Teluk Bintuni, juga ada pula kerukunan suku papua lainnya yakni Yapen Waropen, suku wamena, dan lainnya. Serta pula suku nusany yang turut andil dalam parade budaya yaitu kerukunan Natak, Jawa, Madura, suku sulawesi hingga Maluku yang berdomisili di Kabupaten Teluk Bintuni.
Bupati mengatakan kehadiran dan partisipasi semua suku ini menjadi bukti nyata bahwa keragaman adalah kekuatan besar yang mempersatukan ssmua dalam bingkai kebersamaan dan persaudaraan.
Menurut Bupati, perbedaan suku, agama, adat istiadat bukanlah pemisah, melainkan kekayaan yang harus di jaga dan rawat bersama. Untuk itu, nilai-nilai dalam parade kali ini hendaknya terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat. (Susi)
