Lomba Panahan Tradisional Warnai Rangkaian HUT ke-23, Siprianus Apresiasi Dinas Pendidikan

Para peserta lomba panahan tradisional yang akan mengikuti lomba di lapangan gedung serba guna (foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Pekan olahraga dan seni (Porseni) yang di laksanakan dilapangan gedung serba guna (GSG) dalam rangga menyambut HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni.
Porseni lomba panahan tradisional yang di selenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga ini di ikuti sebanyak 135 peserta lomba panahan pada Jumat (29/5/2026).

Lomba panahan tradisional yang di selenggarakan oleh Pemda melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga dalam rangka menyambut HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni. (Foto/Susi)
Para peserta ini menggunakan panah tradisional berbahan bambu untuk memperebutkan medali dan uang pembinaan. Koordinator Panahan Porseni Teluk Bintuni, Kadarusman, mengatakan lomba panahan ini dalam rangka menyambut HUT Teluk Bintuni ke-23.
Adapun peserta yang mengikuti lomba ini sebagian besar berasal dari wilayah pegunungan, sementara peserta dari wilayah pesisir berasal dari Distrik Kamundan.
“Peserta sebagian besar berasal dari distrik pegunungan seperti Moskona Utara, Moskona Utara Jauh, Moskona Timur, Moskona Barat, Merdey, Masyeta, dan Distrik Biscoop. Pesisir yang ikut dari Distrik Kamundan,” Ujar Kadarusman.

Koordinator Panahan Teluk Bintuni Kadarusman saat memberikan keterangan kepada wartawan di area lomba panahan tradisional. (Foto/Susi)
Ia menjelaskan, perlombaan menggunakan sistem gugur yang diawali dengan babak kualifikasi sebanyak enam sesi.
Peserta yang berhasil lolos ke 32 besar kemudian melanjutkan pertandingan pada babak eliminasi hingga tersisa empat finalisYang lolos ke 32 besar masuk ke babak eliminasi sampai ke 16 besar, lanjut masuk 8 besar hingga menggunakan sistem gugur sampai final. Kita ambil empat orang finalis untuk juara 1 sampai 4,” ujarnya.
Para pemenang akan memperoleh medali, uang pembinaan, serta sertifikat penghargaan.
Pemenang Pertama Panahan Tradisional Marten Orocomna yang juga Kepala kampung Majnic distrik Moskona Barat berharap pemerintah Teluk Bintuni terus mempertahankan perlombaan panahan tradisional ini.
“Ke depan semoga pemerintah daerah bikin begini ni lagi,” Ujar Marte kepada media ini.
Sementara itu, peserta sekaligus Koordinator Panahan Tradisional, Siprianus Yerkohok, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga yang telah memasukkan panahan tradisional dalam ajang Porseni.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya penting dalam melestarikan budaya Orang Asli Papua (OAP), khususnya tradisi panahan yang telah diwariskan turun-temurun.
“Saya harap suku lain ke depan kita sama-sama meningkatkan kebudayaan panahan sebagai anak adat tujuh suku,” Ujar Siprianus.
Ia juga berharap pemerintah daerah terus memberikan pembinaan terhadap cabang panahan tradisional agar mampu melahirkan atlet-atlet yang berprestasi sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal di Teluk Bintuni. (Susi)
