Bentuk Kepedulian Terhadap Lansia di Teluk Bintuni IDI Adakan Pemeriksaan Jantung

Nampak dr. Steve dan tim hendak melayani peserta lansia untuk melakukan pemeriksaan jantung. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Teluk Bintuni menggelar skrining ekokardiografi bagi lanjut usia (lansia) sebagai bentuk kepedulian dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 dan menyambut HUT Kabupaten Teluk Bintuni yang ke-23.
Hal ini menarik perhatian para lansia untuk memeriksakan jantungnya. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah Teluk Bintuni di ruang Medical Check Up (MCU) dilaksanakan selama dua hari yaknj 30 hingga 31 Mei 2026.
Kendati itu, kegiatan melibatkan puluhan peserta yang berasal dari sejumlah puskesmas yang ada di wilayah Teluk Bintuni.
Dokter Spesialis Jantung RSUD Teluk Bintuni, dr. Steve Freyssinet Karundeng, Sp.JP, kepada wartawan menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan mendeteksi secara dini kemungkinan komplikasi penyakit kardiovaskular pada masyarakat, khususnya kelompok lansia yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes.

doktee spesialis jantung pada RSUD Teluk Bintuni, dr. Steve Freyassinet Karundeng, Sp.JP,. Saat di wawancara media ini di ruang kerjanya. (Foto/Susi)
“Kami berpesan kepada para lansia jangan merokok, tidak makan gorengan, rajin beraktivitas dalam seminggu minimal 150 menit, kemudian makan bergizi yang seimbang, dan kurangi stres,” Ujar dr. Steve kepada wartawan di ruang kerjanya pada Sabtu (30/5/2026).
Dikatakan dr. Steve, bahwa ada sebanyak 50 pasien yang telah terdaftar untuk mengikuti pemeriksaan ini, pemerikasaan pertama sebanyak 29 peserta dan untuk pemeriksaan di hari kedua sebanyak 21 peserta.
“Pemeriksaan ini terbagi menjadi 2 pemeriksaan dihari pertama sebanyak 29 orang peserta, dan di hari kedua ssbanyak 21 prang peserta,” Ujar dr. Steve
Sehingga antusiasme masyarakat cukup tinggi sehingga terdapat tambahan peserta di luar daftar awal. “Ada beberapa masyarakat yang turut berpartisipasi meskipun belum sempat mendaftar. Untuk hari pertama saja ada penambahan sekitar lima hingga enam orang,” tambahnya
Dari hasil pemeriksaan sementara, tim medis menemukan sejumlah kelainan jantung yang umum terjadi pada lansia dengan riwayat hipertensi dan kelebihan berat badan. Bahkan di antaranya ada yang telah mengalami penyumbatan jantung dan penyempitan pembuluh jantung.
Dalam pemeriksaa di temukan beberapa kondisi seperti penebalan dinding jantung dan gangguan pada katup jantung berupa aliran balik darah atau regurgitasi katup aorta. Kelainan seperti ini cukup sering ditemukan pada pasien lanjut usia dengan tekanan darah tinggi, ujar dr. Steve.
Ia mengimbau masyarakat, terutama lansia, agar rutin untuk memeriksakan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit guna mencegah komplikasi yang lebih serius. Kontrol kesehatan secara rutin sangat penting.
Puskesmas di Teluk Bintuni sudah memiliki layanan yang baik untuk melakukan pemantauan. Jikalau ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke layanan jantung di RSUD Teluk Bintuni, ujarnya
Sementara itu, salah satu peserta skrining, Selviana Baransano, mengaku mengikuti pemeriksaan atas saran petugas Pustu Atibo. Meski tidak memiliki keluhan penyakit jantung, ia ingin memastikan kondisi kesehatannya secara menyeluruh.
“Saya tidak punya penyakit jantung, tapi disuruh periksa waktu ke Pustu Atibo kemarin. Saya berharap bisa memeriksakan kesehatan secara lengkap,” kata Selviana
Kegiatan skrining ekokardiografi ini menjadi salah satu upaya nyata IDI Kabupaten Teluk Bintuni bersama RSUD Teluk Bintuni dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit jantung dan pembuluh darah, terutama pada kelompok lansia yang memiliki faktor risiko tinggi. (Susi)
