Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Pendidikan di Teluk Bintuni, Bupati Yohanis : Dukungan dari Mendikdasmen Dalam Pembangunan Sarana Prasarana Diharapkan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti (memakai Mahkota) di dampingi Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu`ti melakukan kunjungan kerja untuk meninjau dan meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan, yang merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan merata di seluruh wilayah Indonesia.Program revitalisasi ini sangat memprioritaskan sekolah-sekolah di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) serta daerah perbatasan, memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan bermutu.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Teluk Bintuni dalam rangka meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Teluk Bintuni pada Jumat, (29/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana, prasarana, dan layanan pendidikan guna mendukung proses belajar yang lebih nyaman dan berkualitas bagi para siswa.
Dalam penjelasan Menteri Abdul Mu’ti bahwa sesuai amanah dari undang-undang sistem pendidikan nasional yang di dalamnya disebutkan setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu, Mendikdasmen RI dalam masa kepimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki visi untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dengan partisipasi dukungan semua lapisan pemangku kepentingan di daerah.
Kendati itu, revitalisasi dan digitalisasi bukanlah tujuan akhir.Namun hal ini merupakan bagian dari langkah untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu. Sehingga semua secara teoritik memahami bahwa pendidikan yang berkualitas itu di antara penentunya adalah sarana dan prasarana pembelajaran yang mendukung, ujar Menteri Abdul Mu’ti.
Olehnya itu revitalisasi yang merupakan program prioritas Presiden dimaksudkan agar anak-anak dapat belajar dari dalam lingkungan yang asri, aman, sehat, resik dan indah, ujarnyaIa mengatakan bahwa sekolah yang aman adalah sekolah yang secara fisik tidak rusak, aman dalam lingkungan juga nyaman, bersih dan tertata rapi yang indah.
Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa Mendikdasmen berharap dapat terus mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk selalu memperkuat ekosistem pendidikan dengan kerja sama yang semakin baik antara sekolah dengan orang tua, masyarakat dan dengan media, melalui peran aktif pemerintah daerah.Ia katakan melalui Permen Mendikdasmen nomor 06 tahun 2026, bertekad membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Jadikan sekolah sebagai tempat di mana anak-anak yang berasal dari suku yang berbeda-beda memiliki dan memeluk agama yang berbeda-beda juga latar belakang sosial dan ekonomi yang berbeda, semuanya di didik menjadi anak-anak Indonesia, kata Abdul Mu’tiMu’ti.
Perlu diketahui bahwa pada tahun 2025 revitalisasi pendidikan di tahun 2025 mampu menjangkau 10 sekolah di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni dengan nilai bantuan mencapai Rp.17,5 miliar. Sementara di tahun 2026 ini, penerima revitalisasi berhasil mencapai 25 satuan pendidikan di wilayah Teluk Bintuni akan menerima total besaran anggaran sekitar Rp. 20,7 miliar rupiah, sebagaimana penguatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada satuan pendidikan yang telah dilakukan.
Adapun Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan berfokus pada pemerataan kualitas melalui revitalisasi masif infrastruktur satuan pendidikan, mulai dari pembangunan gedung baru, perbaikan fasilitas ruang kelas, hingga peningkatan sanitasi pada satuan pendidikan baik ditingkat sekolah dasar hingga ditingkat sekolah menengah atas.
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, SE.,MH., menyampaikan kunjungan Menteri Abdul Mu’ti menjadi semangat dan motivasi luar biasa bagi kami, baik pemerintah daerah, para pendidik, maupun seluruh masyarakat, untuk terus bergerak maju membenahi kualitas sumber daya manusia indonesia melalui pendidikan.Bupati menyampaikan rencana kemitraan pembangunan pendidikan yang sedang dan akan di laksanakan bersama Yayasan Pendidikan Katolik (YPPK).
Pemda Teluk Bintuni berkomitmen penuh untuk mewujudkan Sekolah Nasional Terintegrasi YPPK St. Fransiskus Manimeri sebagai pusat pendidikan unggulan di wilayah Teluk Bintuni.
Menurutnya sekolah ini kami rancang menjadi model pendidikan terpadu yang mencakup jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Pada kesempatan tersebut Bupati menuturkan bahwa sesuai yang telah Menteri tinjau tadi, saat ini Pemda sedang membangun sarana dan prasarana Sekolah Menengah Atas.
Selanjutya, Pemda sangat mengharapkan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, khususnya dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan fasilitas pembelajaran, pembangunan ruang kelas yang layak, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga, serta sarana penunjang lainnya, khususnya untuk jenjang SD dan SMP, agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara optimal dan berstandar nasional. (Susi)
