Pimpin Upacara Harkitnas, Bupati Teluk Bintuni Teguhkan Semangat Kebangkitan Untuk Menjawab Tantangan Modern

Usai pimpin upacara Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara Foto bersama Forkopimda, instansi vertikal dan seluruh peserta upacara. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melaksanakan upacara memperingati hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang di pimpin langsung oleh Bupati Yahonis Manibuy, SE., MH.,. Upacara berlangsung di lapangan apel kantor Bupati, SP 3 Distrik Manimeri. Rabu (20/3/2026).
Dalam amanat menteri Komunikasi dan digital RI, Meutya Viada Hafid, yang di bacakan oleh Bupati Yohanis Manibuy, mengatakan bahwa upacara Harkitnas sebagai momentum reflektif atas lahirnya kesadaran kebangsaan yang ditandai dengan berdirinya budi utomo pada tahun 1908.
Peristiwa bersejarah tersebut menandai kebangkitan bangsa indonesia, ketika kaum terpelajar pribumi memulai perjuangan intelektual dan diplomatik sebagai ganti perlawanan fisik yang melampaui batas-batas kedaerahan demi terwujudnya cita-cita persatuan dan kedaulatan bangsa yang bermartabat.
Menurut Bupati Yohanis semangat kebangkitan nasional pada hakikatnya merupakan proses yang dinamis dan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri bangsa. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.
Tema hari kebangkitan nasional tahun ini adalah “Jaga tunas bangsa demi kedaulatan negara,” Tema ini mengandung makna penting bahwa masa depan indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan bangsa dalam menjaga, melindungi, dan membina generasi muda sebagai tunas bangsa.Tema ini juga menegaskan bahwa kemajuan negara tidak dapat dibangun melalui ketergantungan kepada pihak lain, melainkan melalui keteguhan hati seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan visi kebangsaan yang besar.
Dalam rangka mewujudkan kemandirian nasional tersebut, pemerintah di bawah kepemimpinan presiden prabowo subianto terus melaksanakan berbagai program strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Program makan bergizi gratis telah dijalankan secara luas di berbagai sekolah untuk membangun fondasi kesehatan dan kualitas generasi masa depan.
Di bidang pendidikan, pemerintah memperluas pemerataan akses melalui pembangunan sekolah rakyat dan sekolah garuda di wilayah afirmasi, termasuk peningkatan mutu tenaga pendidik, serta penyediaan beasiswa guna mengurangi kesenjangan kualitas sumber daya manusia antar wilayah.
Pada sektor kesehatan, pemerintah menghadirkan layanan cek kesehatan gratis sebagai upaya memastikan perlindungan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat. Selain itu, penguatan kesejahteraan rakyat juga dilakukan melalui pengembangan koperasi desa/kelurahan merah putih yang diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa.
Sejalan dengan upaya pembangunan kualitas manusia indonesia, pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap perlindungan generasi muda di ruang digital. Implementasi penuh peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2025 tentang tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam perlindungan anak menjadi bukti nyata.
Sehingga kehadiran negara dalam menjaga anak-anak indonesia dari dampak negatif ruang digital. Melalui kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun, pemerintah berupaya memastikan terciptanya ruang digital yang sehat, aman, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya.
Peringatan hari kebangkitan nasional tahun 2026 hendaknya menjadi momentum untuk meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menjadikan asta cita sebagai kompas utama pembangunan nasional.
Seluruh elemen bangsa, baik akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, maupun generasi muda, diajak untuk menyalakan kembali semangat budi utomo dalam setiap lini kehidupan melalui penguatan solidaritas sosial.Selanjutnya peningkatan literasi digital, serta komitmen bersama untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Kebangkitan nasional adalah milik semua, kebangkitan itu bermula dari kesadaran setiap individu, tumbuh dalam persatuan kolektif, dan pada akhirnya akan membawa indonesia menuju kejayaan di tingkat dunia.
Di akhir amanat Bupati Yohanis Manibuy mengucapkan selamat hari kebangkitan nasional ke-118 “jaga tunas bangsa demi kedaulatan negara.” (Susi)
