Bupati Bintuni Tinjau Pabrik Es Balok Pasar Sentral yang Terbengkalai Rusak Sekira 10 Tahun

Bupati Yohanis Manibuy (kenakan kemeja Cream) di dampingi Plt. Sekda dan Kepala Dinas Perikanan tinjau langsung Pabrik Es Balok. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy bersama Plt. Sekda, Ida Bagus Putu Suratna meninjau pabrik es balok yang rusak terbengkalai sekira 10 Tahun di dalam Komplek Pasar Sentral Bintuni.
Dalam peninjauan ini, Bupati di dampingi Plt. Sekda, Kepala Dinas Perikanan Teluk Bintuni Derek Mecibaru, Kepala Dinas DPLH.
Dari tinjauan di lapangan pada Kamis (19/2/2026), pabrik es balok ini sudah rusak terutama pada bagian bak penyimpanan es balok yang telah berkarat dan tidak bisa difungsikan. Diperkirakan pabrik es balok ini sudah rusak sekira 10 tahun lamanya.

Pabrik Es balok di area Pasar Sentral Bintuni. (Foto/Susi)
Bupati mengatakan, pabrik es balok ini akan kembali diperbaiki agar bisa digunakan lagi untuk melayani kebutuhan nelayan. Hal ini agar para nelayan tidak lagi membeli es balok dengan harga yang lebih mahal di tempat lain.
“Nanti kita perbaiki lagi supaya bisa digunakan,” ujar Bupati di Depan Kepala Dinas Perikanan Teluk Bintuni dan sejumlah pejabat lainnya yang ikut dalam peninjauan tersebut.
Sebagai Bupati saya punya kebijakan untuk melihat potensi laut di antaranya sarana penunjang seperti pabrik es batu di pasar Sentral Bintuni.
Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Teluk Bintuni Derek Mecibaru kepada wartawan mengatakan, rusaknya pabrik es balok ini dikarenakan mesin jebol dikarenakan aliran listrik yang tidak stabil.
“tadinya pabrik ini kita gunakan untuk melayani nelayan setempat tapi setelah terkendala dengan listrik akhirnya mesinnya jebol, kita mau perbaiki tapi karena anggaran tidak mencukupi akhirnya tinggal begitu saja sampai karatan,” Ujar Derek.
Ia mengatakan diperlukan orang teknis untuk bisa mengecek kerusakan mesin pabrik ini. Namun yang pasti tempat pencetakan es balok sudah berkarat dan rusak total.
“kalau mau direnovasi perlu direnov seluruhnya atau bangun baru, tapi pagu kami tidak mencukupi. Tambah Derek
Lebih lanjut Derek mengatakan jika pabrik es balok ini nantinya dikelola BUMD hal ini akan sangat membantu masyarakat. Dalam sehari pabrik es balok ini bisa menproduksi sebanyak 10 ton, dan kebanyakan selama ini nelayan setempat selalu mengambil es balok dari pabrik untuk mengawetkan hasil tangkapan mereka baik ikan maupun udang. (Susi)
