Terkait Pemalangan Kantor Distrik Bintuni, Kadistrik Mozes: Hanya Perlakuan Segelintir Orang Mabuk

Nampak ranting pohon kersen ditaruh di depan pintu Kantor Distrik Bintuni oleh segelintir orang. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Kepala Distrik Bintuni, Mozes Koropasi, S. IP., menyampaikan pemalangan kantor Distrik Bintuni hanya perlakuan segelintir orang.
Usai menerima instruksi dari Bupati, Kepala Distrik Bintuni, Mozes Koropasi, langsung membuka palang Kantor Distrik Bintuni yang dipalang oleh segelintir orang, aksi pemalangan Kantor Distrik ini berlangsung pada Selasa (13/1/2026) pagi.
Selanjutnya pembukaan palang Kantor Distrik Bintuni dilakukan sekira pukul 15:10 Wit, Sehingga pada pukul 09:30 wit aktivitas perkantoran terganggu akibat dari adanya pemalangan yang dilakukan oleh segelintir orang.
Mozes mengatakan Palang kantor harus dibuka karena banyak masyarakat membutuhkan pelayanan dari Pemkab Bintuni melalui kantor Distrik Bintuni.
Mengenai aspirasi agar menjadi Kepala Distrik Bintuni. Mozes mengatakan aspirasi tersebut harus melalui mekanisme pasti diperhatikan oleh Pemkab Teluk Bintuni.
“Jangan main palang kantor saja, jangan asal bawa nama kepala Kampung,”.
Kendati itu, Mozes mengatakan bahwa pemalangan kantor distrik yang terjadi pada pagi hari dilakukan oleh beberapa pemuda yang berada dalam pengaruh minuman keras (Miras). Ia menegaskan bahwa aksi tersebut bukanlah aspirasi resmi masyarakat Distrik Bintuni, melainkan hanya segelintir orang.

Menurutnya, kejadian serupa sudah sering dilakukan dan bahkan kerap disertai dengan permintaan uang, sehingga dinilai sangat meresahkan dan mengganggu jalannya roda pemerintahan di tingkat distrik.
Mozes mengungkapkan bahwa ia telah melakukan klarifikasi kepada Kepala Kampung Wesiri. Dari hasil klarifikasi tersebut, diketahui bahwa Kepala Kampung tidak mengetahui namanya dicantumkan dan seolah-olah mendukung aksi pemalangan tersebut. Hal ini menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Saya sudah klarifikasi langsung kepada Kepala Kampung Wesiri, dan beliau sendiri tidak tahu namanya dicantumkan. Seakan-akan beliau mendukung, padahal tidak,” ujarnya
Kendati itu, Kepala Distrik menyampaikan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Bagian Pemerintahan serta Bupati Teluk Bintuni terkait kejadian tersebut. Atas dasar koordinasi tersebut, ia mengambil langkah untuk membuka palang dan mencopot tulisan yang ditempel di pada pintu Kantor Distrik Bintuni.

Palang yang dipasang oleh segelintir orang tersebut diketahui hanya dahan dari pohon kersen. Sementara itu, pada pintu kantor ditempel sebuah tulisan yang berisi tuntutan pergantian pimpinan distrik, dengan alasan roda pemerintahan Distrik dinilai tidak berjalan selama masa pemerintahan Bupati Petrus Kasihiw dan Yohanes Manibuy.
Sehingga Mozes menegaskan disini bahea sebagai bagian dari masyarakat yang terdiri dari tujuh suku, seluruh pihak harus saling menghargai dan menjaga situasi tetap kondusif. Menurutnya, tindakan pemalangan kantor pemerintahan dapat menimbulkan kesan adanya konflik besar, padahal kenyataannya tidak.
Mozes memberikan peringatan tegas jikalau apabila aksi pemalangan kembali terjadi di kemudian hari, maka pihaknya tidak akan segan-segan untuk memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku. (Susi)
