Pemda Teluk Bintuni Siap Melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis

Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Matret Kokop, SH.
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni siap melaksanakan program makan bergizi gratis (MBG) bagi anak-anak tingkat sekolah. Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop mengatakan, pihaknya sudah menetapkan anggaran untuk program ini dalam APBD Induk tahun 2025.
Saat ini koordinasi antara TAPD dan OPD terus dilakukan untuk kelancaran program makan bergizi gratis tersebut. Termasuk menggelar rapat bersama badan keuangan untuk menyiapkan besaran anggaran program presiden Prabowo Subianto.
“Saat ini kami masih sedang melakukan koordinasi dulu dengan keuangan, ini kan kita baru selesai penetapan anggaran, ” Ujar Bupati saat di temui di gedung women child and center pada Senin (6/1/2025).
Ditempat yang sama, Plt Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Teluk Bintuni Rheinhard Maniagasi mengatakan, Bappelitbangda bersama TAPD telah mengadakan rapat terkait hal ini.

Plt. Kepala Badan perencanaan penelitian dan pembangunan daerah (Bappelitbangda) Rheinhard Maniagasi
Dikatakan Rheinhard bahwa di sisi lain untuk jumlah pagu anggaran yang disediakan pemerintah akan menyediakan sebesar Rp 15 ribu per porsi per anak dengan rincian Rp.10.000 ribu dari Pemerintah pusat, dan Rp.5.000 ribu dari pemerintah kabupaten.
“Untuk pelaksanaannya kami masih menunggu petunjuk teknis terkait, dari kementrian keuangan atau kementrian terkait,” Ujar Reinhard.
Rheinhard menjelaskan, pagu anggaran nasional menyediakan anggaran sebesar Rp. 10.000 ribu per anak, hanya saja di wilayah Papua nilai ini masih terbilang kurang, sehingga pemerintah kabupaten sudah menyediakan anggaran untuk menambah besarannya.
Pihaknya mengatakan tidak mau tergesa-gesa untuk melaksanakan program ini, diperlukan koordinasi intensif karena ini berkaitan dengan banyak sektor tak hanya pemerintah namun juga dari sisi pendidikan dan kesehatan.
“Kalau nasional menetapkan 10.000 ribu, kita di daerah direncanakan ada penambahan sebesar Rp 5.000 ribu,” Pungkas Rheinhard
Saat ini pemerintah Bintuni juga sampai saat ini masih melakukan update data dapodik secara komprehensif. Sementara realisasinya masih menunggu petunjuk teknis, karena banyak pihak yang memberikan statement sebagai penyalur pelaksana kegiatan.
“Kemungkinan besar di dinas pendidikan, akan berkolaborasi dengan kesehatan dalam hal ini bidang gizi, ” Ujar Rheinhard (Susi)
