Kasus HIV Di Teluk Bintuni Semakin Meningkat, Rudy Otniel; Ditemukan Pada Usia Produktif

Kepala seksi P2P Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, Rudy Otniel Marisan
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Saat ini di Kabupaten Teluk Bintuni, Jumlah Kasus HIV AIDS hingga akhir Juni 2024 sebanyak 892 Kasus. Jumlah ini terus mengalami kenaikan.
Menurut Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular (P2P) pada Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, Rudy Otniel Marisan Mengatakan, HIV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh seseorang. HIV menginfeksi dan merusak sel darah putih yang memiliki peran penting dalam sistem imunitas tubuh seseorang.
Dijelaskan Rudy bahwa penyebaran kasus HIV di Teluk Bintuni berdasarkan usia, ditemukan paling banyak pada usia 25-49 tahun. Pada usia Produktif ini ditemukan sebanyak 577 kasus, dan jumlah terbanyak pada usia 20-24 Tahun ditemukan 170 kasus. Selanjutnya pada usia 15-20 tahun 77 Kasus, usia diatas 50 Tahun sebanyak 51 kasus, dan 15 kasus pada usia produktif 1-11 tahun. Kata Rudy ditemukan juga 1 anak dibawah usia 1 tahun terkena HIV.
Apabila tidak mendapatkan penanganan lebih lanjut, HIV dapat mencapai stadium akhir yang menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai AIDS . AIDS sendiri adalah kumpulan dari beberapa gangguan kesehatan yang disebabkan oleh sangat lemahnya sistem kekebalan tubuh. Ujar Rudy
Peningkatan kasus HIV ini pada usia produktif mengalami kenaikan cukup signifikan, bahkan yang meninggal sebanyak 88 orang, ujar Rudy
Rudy mengatakan jumlah akumulatif Orang Dengan HIV Aids yang pernah melakukan pengobatan sebanyak 645 Orang. Namun berjalannya waktu hingga saat yang bertahan untuk melakukan pengobatan rutin hanya tersisa 190 orang. Olehnya itu bisa dihitung banyak yang putus pengobatan atau sebut dengan lost Follow up, pungkasnya
Sementara Kabag P2P pada Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk, Alosius Nafurbenan saat di temui di Sekretariat komisi penanggulangan AIDS, mengatakan penyebab penularan dikarenakan ada beberapa faktor risiko yang memicu di antaranya yakni Bergonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual serta tidak menggunakan alat kontrasepsi, menggunakan jarum suntik yang telah di gunakan oleh orang lain,

Kepala Bagian P2P pada Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, Alosius Nafurbenan
Penyebab, Gejala dan Pengobatannya,
Tahap pertama terjadi ketika virus HIV baru menjangkit tubuh penderitanya. Umumnya, pada tahap pertama ini gejala HIV belum muncul di tahun-tahun awal. Adapun gejala HIV pada tahap pertama yaitu mudah terserang flu, Demam, sakit tenggorokan, nyeri otot.
Pada tahap kedua gejala HIV masih serupa dengan tahap pertama, di tahap kedua ini biasanya akan berlangsung lebih 10 tahun, jika tidak melakukan pengobatan pada tahap kedua maka virus ini akan mulai menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh.
Dan pada tahap ketiga HIV semakin parah, sehingga ada beberapa gejala yang timbul di antaranya demam yang berkepanjangan, kesulitan bernafas, tubuh selalu merasa lemas. (Susi)
