Menjadi Barang Bukti Kasus Korupsi, Mobil Damkar Masih Beroperasi Normal
BINTUNI,suarateluk.com – Satu unit mobil Pemadam kebakaran (Damkar) dan satu unit mobil tangki air nampak terlihat di halaman parkir Kantor Fire Station Departement Pemadam Kebakaran Teluk Bintuni.
Mobil Damkar yang di anggarkan oleh BPBD Teluk Bintuni dengan kapasitas CT 4500 W liter tersebut merupakan satu barang bukti kasus Korupsi. Saat ini di dukung dengan 15 personil terlatih Damkar untuk mengoroperasikannya. Rabu (27/3/2024).
Satu unit armada Damkar yang berada di kantor Fire Station Departement yang bertempat di area gedung serba guna (GSG) Teluk Bintuni. Ini merupakan satu-satunya armada Damkar yang sejak Tahun 2022 sampai saat ini digunakan apabila terjadi bencana kebakaran di Kabupaten Teluk Bintuni.

Kepala Bidang Damkar Satpol-PP Teluk Bintuni, Agus Hindom, kepada media ini mengatakan, mobil Damkar yang menjadi satu-satunya barang bukti sampai saat ini masih beroperasi dengan normal. Jika ada kerusakan pada armada Damkar tersebut maka akan diperbaiki oleh Satpol PP sebagai pengguna.

Lebih lanjut dikatakan Agus Hindom bahwa mobil Damkar CT 4500 W tidak memiliki kelengkapan surat surat,”hanya BPKB saja cuman BPKB biasanya di tahan di BPKAD” namun tidak memiliki STNK. Dikatakannya telah berulang-ulang kali meminta ke Dinas terkait, namun sampai saat ini tidak di berikan. Dinas terkait hanya memberikan Plat nomor dan itupun diterima di tahun 2022.
Dikatakan Agus meskipun tidak memiliki kelengkapan surat-surat armada Damkar. Pihaknnya, tetap mengoperasikannya jika ada bencana kebakaran. Walaupun diliputi ketakutan ketika mengendarainya.
“Anggota pasti was-was tapi mau bagaimana lagi kita tidak punya pilihan, kalau tidak laksanakan piket pasti ditegur,” ujar Hindom
Perlu diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni hanya memiliki satu unit mobil damkar berkapasitas CT 4500 W dan satu mobil tangki air berkapasitas 5000 liter.
Ia mengatakan selama ini pihak Damkar di bantu oleh mobil watercanon milik Polres Teluk Bintuni, ” Apabila terjadi kebakaran kalau harap mobil Damkar 1 saja tidak bisa satu kali siram balik isi air lagi rumah sudah habis di lahap api” Ujarnya
Lantaran armada Damkar Pemda Teluk Bintuni hanya 1 unit. Sehingga pada saat melakukan pertolongan pemadaman jika terlambat di lapangan masyarakat selalu marah-marah bahkan sampai di caci maki personil Damkar.
“Kami bikin muka tebal saja kalau masyarakat marah dan maki tapi kami tetap jalankan tugas sampai selesai” Ujarnya. (Susi)
