Pesparani lV Katolik Tingkat Provinsi Papua Barat Resmi Dibuka, Gubernur Lakotani Semarakan Kebersamaan dan Iman

Pembukaan Pesparani IV tingkat Provinsi Papua Barat do tandai dengan menabuh tifa sebanyak 7 kali. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani IV) Katolik tingkat provinsi Papua Barat, berlangsung meriah di gedung serbaguna (GSG) Teluk Bintuni, Distrik Bintuni, Provinsi Papua Barat. Yang di buka pada Selasa (7/7/2026) oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani.
Pesparani ini diikuti 6 Kabupaten di Provinsi Papua Barat dengan total 13 kategori mata lomba termasuk Paduan suara, Mazmur, dan pendalaman kitab suci, dengan mengusung tema” Memuliakan Tuhan dengan nyanyian, Menguatkan Persaudaraan di Tanah Papua,”. Kegiatan ini bertujuan untuk memuliakan nama Tuhan melalui nyanyian Mazmur dan puji-pujian.
Pembukaan berlangsung khidmat dan penuh sukacita dengan dihadiri kontingen dari seluruh kabupaten di Papua Barat, tokoh agama, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Wakil Gubernur Papua Barat, mohamad Lakotani menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan kontingen di Kabupaten Teluk Bintuni dalam rangka mengikuti perlombaan Pesparani IV.
Lakotani mengatakan, kehadiran para peserta di Teluk Bintuni bukan semata untuk mengikuti perlombaan, tetapi menjadi bagian dari perjumpaan iman, mempererat persaudaraan, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Papua Barat yang damai dan harmonis.
Ia menyampaikan atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen Pesparani IV. Kehadiran seluruh kontingen di Teluk Bintuni bukan hanya mengikuti kompetisi, tetapi menjadi momentum mempererat persaudaraan, membangun iman, dan memperkuat kebersamaan, ujar Lakotani.
Kendati itu, Lakotani menegaskan, Pesparani memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar ajang perlombaan paduan suara gerejani. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wadah pembinaan umat Katolik dalam memperkuat nilai-nilai Kristiani, membentuk karakter generasi muda, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan gereja melalui pujian dan nyanyian rohani.
Sehingga ia mengatakan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas iman, moral, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu pemerintah memandang Pesparani sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan, ujar Lakotani saat menyampaikan sambutan di hadapan para seluruh tamu undangan.
Lakotani juga mengingatkan bahwa Papua Barat merupakan rumah besar bagi masyarakat yang hidup dalam keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Keberagaman tersebut, menurutnya, harus terus dipelihara sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan dan kedamaian.
Dengan demikian nilai toleransi, saling menghormati, gotong royong, dan persaudaraan merupakan modal sosial yang sangat berharga. Melalui Pesparani ini ia mengajak para kontingen untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus memperkokoh semangat kebangsaan, kata Lakotani
Pemerintah Provinsi Papua Barat akan terus berkomitmen mendukung berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan manusia seutuhnya. Menurutnya, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat.
Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti setiap cabang lomba dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati keputusan dewan juri, serta menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan meningkatkan kualitas pelayanan di gereja masing-masing.”Menang bukan tujuan utama.
Jadikan kemenangan sebagai motivasi untuk terus berkarya, dan apabila belum berhasil, terimalah dengan lapang dada sebagai bagian dari proses pembelajaran”, pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Teluk Bintuni, panitia pelaksana, para sponsor, serta seluruh masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan Pesparani IV.
Ia turut mengapresiasi keberhasilan Papua Barat menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, serta suksesnya berbagai kegiatan keagamaan lainnya meski berada di tengah keterbatasan fiskal. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh masyarakat, Papua Barat mampu menyelenggarakan berbagai agenda besar dengan baik. Modal kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga untuk membangun Papua Barat yang religius, toleran, inklusif, maju, dan berdaya saing”, tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Lakotani berharap seluruh rangkaian Pesparani IV Tingkat Provinsi Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses, sekaligus menghasilkan kontingen terbaik yang akan mewakili Papua Barat pada ajang Pesparani tingkat nasional. (Susi)
