Penumpang Kapal Lema Bintuni Babo Sorong Turun Drastis di Tahun 2024
BINTUNI,suarateluk.com – Penumpang angkutan tol laut mengalami penurunan melalui pelabuhan Bintuni,Babo dan Sorong Penumpang yang datang menurun hingga 40 persen.
Jumlah penumpang yang datang per februari 2024 tercatat sebanyak 60 orang dibanding bulan sebelumnya sebanyak 100-200 orang, ungkap Kep Bonang. Rabu (3/4/2024).
Jadwal kedatangan kapal Lema yang sandar di Pelabuhan Bintuni, sering menjadi pertanyaan bagi penumpang. Karena terkadang tidak sesuai dengan jadwal kedatangan, begitu pula dengan jadwal keberangkatan kapal.
Untuk penumpang yang membawa barang banyak, biasa lebih dulu dibawa barang dibanding pemilik barang. Karena penumpang pasti ada yang membantu membelikan tiket dan mengurus barang yang dibawa, apa lagi jika dalam jumlah banyak.

Seperti yang diungkapkan salah seorang penumpang Fahrul yang sering menggunakan jasa transportasi laut kapal subsidi, Ia mengeluh, kapal Lema mengalami perubahan jadwal. Sebelumnya jadwal kapal Lema dari dermaga Sorong menuju Babo di jadwalkan selasa pagi dan tiba di dermaga Bintuni pada Rabu siang atau sore hari, ujarnya.
Menurutnya, paling sulit ketika kapal tiba pada malam hari, pasti dalam keadaan gelap. Perahu yang menyeberangkan penumpang dari laut ke daratan sangatlah rawan, di karenakan dermaga Babo saat ini rusak sehingga kapal Lema mengalami kesulitan dikarenakan berlabuh di tengah laut.
Lanjut kata Fahrul, penumpang yang datang dari Sorong menuju Babo harus berlabuh di tengah laut,sehingga para penumpang yang turun di Babo harus menggunakan longboat untuk turun ke tepian darat.
Masyarakat mengeluh dengan adanya perubahan jadwal kapal Lema, sebelumnya jadwalnya yang sudah di terapkan perusahaan banyak di ketahui oleh masyarakat, namun setelah ada perubahan jadwal trip dari perusahaan sehingga masyarakat mengeluh.
“Jadwal kapal awal kami hafal betul kapan kapal masuk Bintuni,kapan masuk Babo, bahkan sampai jam pun kami hafal. Tetapi setelah perusahaan merubah jadwal berlayar kami bingun, kami kira kapal Lema sudah tidak masuk Bintuni lagi” Ujar Fahrul. (Susi)
