Pemkab Bintuni Membuka Seleksi P3K Bukan Untuk Umum Melainkan Dikhususkan
BINTUNI,suarateluk.com – Pemerintah Kabupaten Teluk mengadakan tahapan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) guru dan tenaga kesehatan (Nakes). Selasa (26/9/2023).
Pemkab membuka tahapan seleksi P3K bukan umum melainkan khusus untuk tenaga honorer yang telah terdaftar di dapodik bagi guru dan Nakes yang telah terdaftar di aplikasi.
Sesaui dengan lembaran pengumuman Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw tentang pelaksanaan seleksi calon P3K tenaga tenaga guru dan kesehatan.
Dalam ke dua surat tersebut termuat dua point penting kriteria pelamar yang menyatakan pelamar adalah eks tenaga honorer K-II, yang terdaftar dalam pangkalan database BKN atau tenaga kesehatan Non ASN yang terdaftar di sistem informasi sumber daya manusia kesehatan (SISDMK) Kemenkes, paling lambat 1 April 2023 yang sudah melalui verifikasi validasi dan dinyatakan lulus oleh kemenkes.
Sementara untuk tenaga guru, selain eks honorer K-II yakni mereka tenaga guru non ASN yang terdaftar di data pokok pendidikan (Dapodik) Kemendikbud Ristek dan atau yang sudah didata oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Teluk Bintuni pada awal Agustus 2023.
Saat di temui Kepala Bidang Pengadan Pemberhentian dan Informasi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Teluk Bintuni, Mulbianto, mengatakan untuk saat ini pihaknya masih membuka seleksi tenaga guru dan nakes, sementara untuk tenaga teknis dan struktural lainnya belum dibuka.
Dikatakan Mulbianto saat ini pemerintah pusat telah membuka tahapan seleksi untuk tenaga nakes 687 dan tenaga fungsional guru 612, Ujar Mulbianto.
Ia menjelaskan sesuai pengumuman seleksi terbuka untuk umum, namun dikhususkan bagi yang sudah terdata di pangkalan data pemerintah daerah dan sudah mengabdi baik tenaga kesehatan maupun guru.
Sementara untuk tahapan pendaftaran akan dilaksanakan serentak secara online dengan masuk ke portal https://sscasn.bkn.go.id/alur dengan mendaftar sesuai dengan bidangnya masing-masing.
BKPP aplikasi lewat Sscasn nanti pada bidang teknis akan upload dokumen jikalau ada yang kurang lengkap nanti dikembalikan untuk dilengkapi, Ujar Mulbianto
Sementara mengenai data guru yang masuk ke Dapodik, Plh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Roni Kosepa ketika dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pengecekan kembali kedalam Dapodik.
Terkait berapa jumlah tenaga guru apakah sudah sesuai dengan yang telah mengabdi di lapangan, hal ini belum bisa dipastikan, akan tetapi ia memastikan pelamar wajib bagi tenaga guru yang sudah terdata di dapodik.
“Datanya kami belum tau besok kami akan panggil kasubag kepegawaian untuk tindaklanjut,” Ujar Roni Kosepa. (Susi)
