Libatkan 274 Personil Dalam Pencarian Tahap lll Terhadap Eks Kasat Reskrim Tak Membuahkan Hasil

BINTUNI, SuaraTeluk.com – Polda Papua Barat gelar Konferensi Pers Operasi Alfa Bravo Moskona 2025, Operasi SAR Polda Papua Barat dengan misi kemanusiaan pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun tahap lll di Distrik Moskona Kabupaten Teluk Bintuni. Konferensi pers dilaksanakan di Gedung Andriano Ananta, Polres Teluk Bintuni, pada Kamis (01/05/2025),
Konferensi Pers ini bertujuan untuk Tim menyampaikan hasil pelaksanaan Operasi SAR Polda Papua Barat dalam pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun yang hilang di Sungai Rawara pada 18 Desember 2024 Distrik Moskona hingga kini masih menjadi misteri.
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mengatakan bahwa operasi ini merupakan perintah langsung dari Kapolri dan dilaksanakan secara terpusat dengan sandi “Alfa Bravo Moskona 2025”.
Operasi ini memiliki dua misi utama yakni memastikan keberadaan dan kondisi Iptu Tomi, serta mengungkap kronologi kejadian melalui olah TKP dan rekonstruksi.
Lebih lanjut kata Kapolda pencarian ini dibagi ke dalam tiga zona yakni zona hijau, kuning, dan merah. Dijelaskan Kapolda bahwa zona merah dinyatakan sebagai area berisiko dikarenakan medan yang sangat ekstrem, arus deras, dan kehadiran predator sungai atau biaya serta. Sehingga sampai saat ini, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Iptu Tomi.
Dikatakan Kapolda dalam hasil rekonstruksi, dipastikan bahwa terdapat sembilan orang yang berenang menyeberangi sungai, delapan di antaranya selamat. Sementara Iptu Tomi tidak berhasil menyeberangi sungai Rawara tersebut dan hanyut
Kaops Operasi Alfa Bravo Moskona 2025, Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra, menyatakan bahwa operasi melibatkan 274 personel gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, dan instansi lainnya. Mereka terbagi dalam berbagai satuan tugas, termasuk Satgas SAR, Intelijen, Tindak, Banops, dan Humas. Pencarian dilakukan secara intensif, baik melalui jalur darat maupun perairan, dengan dukungan teknologi canggih.
Berbagai tantangan menghadang, mulai dari cuaca ekstrem, arus sungai yang deras, vegetasi lebat, hingga ancaman dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diperkirakan berjumlah 15 orang bersenjata. Keterbatasan alat dan komunikasi juga menjadi hambatan serius di lapangan.
Meski demikian, seluruh tim tetap menjalankan operasi dengan menjunjung tinggi keselamatan, profesionalisme, dan standar operasional yang ketat. Polri menegaskan bahwa operasi ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan komitmen untuk menuntaskan misi kemanusiaan ini.
Polri juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial dan tetap bijak dalam menyikapi situasi, demi menjaga stabilitas dan ketenangan bersama
Acara ini juga dihadiri Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, Kepala Kantor SAR Papua Barat Yefri Sabaruddin, Perwakilan Komnas HAM Papua Barat Frits Ramanday, Tim Inafis Mabes Polri, pejabat utama Polda Papua Barat, serta keluarga Iptu Tomi. (Susi)
