Kolaborasi Dishub Bintuni Dan BPTD Sorong Untuk Mengatur Navigasi Dan Alur Pelayaran

Kabid Pelayanan dan Penerbangan Dinas Perhubungan Teluk Bintuni, Valeri Sabami saat di temui media ini. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Dermaga penyebrangan Tofoi, Distrik Sumuri Kabupaten Teluk Bintuni yang di bangun tahun 2020, dan di resmikan pada Juni tahun 2024 lalu hingga kini belum beroperasi.
Pasalnya hingga saat ini pelabuhan/dermaga masih belum di gunakan dikarenakan masih ada sejumlah kendala.
Kepada media ini Kepala bidang pelayaran dan penerbangan pada Dinas Perhubungan, Valeri Sabami mengatakan pihaknya sedang bekerjasama dengan pihak balai pengelolaan transportasi darat (BPTD) Sorong untuk menentukan titik navigasi serta alur keluar masuk kapal dan arah gerak kapal. Ujar Valeri di ruang kerjanya, Kamis (29/5/2025).
Dikatakan Valeri bahwa belum beroperasinya dermaga Tofoi ini dikarenakan adanya sendimen tanah yang harus di singkirkan sehingga olah gerak kapal memadai, dan keselamatan masyarakat pun itu menjadi utama.
Lebih lanjut Valeri menyatakan ada beberapa kepala kampung meminta untuk segera mengoperasikan pelabuhan/dermaga Tofoi. Namun Valeri mengatakan belum bisa beroperasi dikarenakan adanya sendimen tanah yang harus di singkirkan dari sekitar, hingga saat ini tidak ada kendala signifikan sama sekali.
Valeri menambahkan bahwa dermaga Tofoi siap beroperasi cuman harus menentukan titik masuk dan keluar kapal serta olah gerak kapal, dimana juga pihaknya harus memasang rambu-rambu.
Selain itu adapun kelengkapan insfrastruktur bagian darat seperti ruang tunggu dan kantor masih dalam tahap usul anggaran dan semuanya di usulkan pada anggaran tahun 2025.
Valeri berharap masyarakat untuk tetap bersabar karena keselamatan para penumpang lebih penting. Sementara ini pihaknya masih melakukan survei yang mana menentukan arah kapal masuk dan olah gerak kapal itu sendiri, Valeri mengatakan pernah melakukan itu dengan KM Lema.
Menurut Valeri, Kenapa harus KM Lema di karenakan dermaga Tofoi adalah ASDP sementara KM Lema bukan sebagai tolak ukur untuk untuk sebuah dermaga ASDP. Lebih lanjut Valeri menjelaskan bahwa KM Lema merupakan pelabuhan laut dikarenakan tirusnya KM Lema berbeda dengan ASDP.
“Kita menggunakan supaya itu kita tahu arus masuk dan olah gerak kapal yang akan beroperasi di seputaran dermaga ASDP itu yang bagaimana,” Ujar Valeri.
Perlu di ketahui bahwa pembangunan pelabuhan/dermaga Tofoi menghabiskan anggaran sebesar 65 miliar lebih. (Susi)
