Jelang Pilkada Serentak 2024, Polres Bintuni Gelar Simulasi Sispamkota

BINTUNI, SuaraTeluk.com – Antisipasi dan penanggulangan kemungkinan timbulnya ancaman maupun gangguan menjelang pesta rakyat pemilihan kepala daerah tahun 2024 Polres Bintuni laksanakan Sispamkota di depan kantor Bawaslu Teluk Bintuni.
Petakan setiap kerawanan pada setiap tahapan pemilihan kepala daerah tahun 2024, serta lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelijen, didukung Bhabinkamtibmas, untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat.
Sehingga setiap permasalahan yang berpotensi mengganggu jalannya pemilu 2024, dapat diantisipasi sedini mungkin, dan Tidak menimbulkan dampak yang lebih luas, implementasikan dan siap secara maksimal dimasing-masing kesatuan, sehingga pengamanan pemilihan kepala daerah tahun 2024 dapat laksanakan secara optimal. Senin (5/7/2024).
Kapolres mengatakan perkokoh kerja sama yang harmonis dengan seluruh penyelenggara pemilu, unsur TNI, dan segenap komponen masyarakat, guna mewujudkan sinergi polisional yang proaktif dalam rangka pengamanan pemilihan kepala daerah tahun 2024.
“bagi segenap anggota polri, jaga komitmen dan netralitas dalam pilkada 2024,”
Dikatakan Kapolres bahwa untuk tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman terorisme yang memanfaatkan momen pemilihan kepala daerah tahun 2024, khususnya wilayah yang memiliki target oleh pelaku, lakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran tindak pidana pemilihan kepala daerah secara terpadu, melalui sentra gakkumdu.
Berikan arahan dan petunjuk yang jelas kepada anggota sebelum bertugas, serta pedomani aturan dan S.O.P yang berlaku, untuk menghindari keraguan dan kesalahan prosedur dalam setiap pelaksanaan tugas, siapkan rencana pengamanan kontinjensi, serta latihkan kepada seluruh personel, sehingga mampu menghadapi ancaman yang mengarah pada situasi kontinjensi.
Lakukan pengawasan dan pengendalian secara melekat, terhadap pelaksanaan kinerja anggota, untuk meminimalisasi terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
“Tak lupa Kami ucapkan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Kapolres
Dalam kesempatan ini skenario Sispamkota bermula di situasi Hijau, saat para saksi yang tidak terima hasil perhitungan suara di TPS yang memenangkan salah satu kandidat Paslon.
Sehingga terjadi perdebatan di TPS. Setelah situasi kondusif Logistik pemilu di bawa ke PPD namun petugas dihadang oleh massa pendukung salah satu kandidat. Kemudian aksi tersebut dapat diantisipasi oleh pihak kepolisian dan berhasil mambawa Logistik ke KPU.
Massa tidak terima dengan adanya kecurangan di TPS dan mendatangi kantor Bawaslu dan meminta ketua Bawaslu Untuk bertanggung jawab dan membuat laporan sengketa pilkada.
Selanjutnya tahap kuning, adanya aksi provokasi terhadap petugas pengamanan kantor Bawaslu sehingga situasi mulai tegang dan tidak terkendali. Kabag Ops menurunkan tim negosiasi untuk melakukan himbauan agar masa dapat membubarkan diri. Bukannya membubarkan diri massa semakin terprovokasi kemudian terjadi lintas ganti dari dalmas awal ke dalmas lanjut.
Dengan SOP dalmas lanjut situasi di kantor Bawaslu mulai kondusif dengan masa membubarkan diri.
Di tahap III penyelamatan sandera disaat tidak terduga pada saat aksi demontrasi, sekelompok orng tidak dikenal (OTK) berhasil masuk ke kantor Bawaslu dan menyandera ketua Bawaslu beserta komisioner. Setelah mendapatkan laporan dari anggota pengamanan. Kapolres Teluk Bintuni menghubungi Kapolda Papua Barat untuk meminta bantuan unit komposit gegana Brimob.
Kapolda Papua Barat memerintahkan Dansat Brimob Polda Papua Barat untuk membantu penyelamatan sandera di kantor Bawaslu.
Setelah berhasil menguasai kantor Bawaslu dan melumpuhkan OTK Ketua dan Komisioner berhasil di selamatkan dan dievakusi ke pelabuhan menuju ke Sorong.
Setelah mengevakuasi ketua dan komisioner Bawaslu, tim inafis polres teluk Bintuni melakukan penanganan TPTKP dengan membentangkan garis polisi serta membawa ident Box yang berisikan peralatan identifikasi dan forensik guna penanganan olah TKP. Dari hasil olah TKP ditemukan 3 pucuk senpi rakitan, 2 buah parang, dan topeng penutup wajah. Serta mengevakusi jenazah OTK.
Setelah olah TKP dari Unit inafis, kantor bawaslu di sterilkan dan dijaga ketat oleh petugas kepolisian guna menghindari gangguan ancaman kembali. (Susi)
