Berkolaborasi IDI Dengan RSUD dan Dinkes Teluk Bintuni Dekatkan Pelayanan Kesehatan Melalui Layanan Kesehatan Bergerak

Tim dokter spesialis berada di atas kapal Bintuni Sehat menuju Distrik Kaitaro dan Yakati. (Foto/Maulid)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Pelayanan kesehatan bergerak oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Teluk Bintuni bersama Dinas Kesehatan dan RSUD Teluk Bintuni menyasar wilayah pesisir di Kampung Yakati Distrik Wamesa, dan Kampung Sara, Distrik Kaitaro, menggunakan kapal Bintuni Sehat pada Kamis 13 hingga 17 Agustus 2026.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Teluk Bintuni, dr. Wiendo Syahputra Yahya, saat di temui media ini di ruang kerjanya menyampaikan bahwa, IDI bekerjasama dengan RSUD Teluk Bintuni dan Dinas Kesehatan Teluk Bintuni untuk melayani layanan kesehatan yang selama ini sulit dijangkau warga pesisir.

dr. Wiendo Syahputra Yahya saat di wawancara media ini di ruang kerjanya. (Foto/Susi)
Perjalanan menggunakan kapal Bintuni Sehat ini menempuh perjalanan dari Kota Bintuni menuju Distrik Kaitaro dan Kampung Yakati kurang lebih 5-6 jam perjalanan.”IDI kerjasama dengan RSUD Teluk Bintuni untuk memfasilitasi alat kesehatan, Nakes dan obat-obatan, juga dengan Dinkes,” Ujar dr. Wiendo pada Kamis (20/8/2026) di ruang kerjanya
Dikatakan dr. Wiendo bahwa IDI Cabang Teluk Bintuni tidak hanya membawa dokter umum, namun juga membawa dr. spesialis anak, jantung, paru, saraf, bedah, bedah onkologi, kebidanan dan kandungan, serta anestesiologi. Pelayanan itu digelar dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ujarnya
Kendati itu, dr. Wiendo menyampaikan di wilayah Yakati dan Sara, dengan menempuh jarak nan jauh bukan lagi menjadi halangan, namun hal tersebut menentukan seberapa cepat seseorang dapat melakukan pemeriksaan atau mendapat tindakan medis. Karena itu, sebagian layanan dibawa langsung ke kampung, bahkan ke atas kapal.
Di Yakati terdapat tiga pasien menjalani operasi tumor jinak dan satu pasien hernia mendapat tindakan di kapal. Sementara di Sara, lima pasien menjalani operasi tumor jinak, dan satu pasien hernia juga dioperasi di atas kapal Bintuni Sehat.
Sebanyak 23 warga Yakati dan 15 warga Kaitaro menjalani pemeriksaan mata dan memperoleh kacamata gratis.
“Selain pemeriksaan kami juga membagikan kecamatan gratis kepada masyarakat di dua Distrik tersebut, khusus kaca mata baca,”.ujar dr. Wiendo
Selanjutnya, kata dr. WWaktu Wiendo pemeriksaan itu juga membuka persoalan kesehatan yang lebih dalam. Pada anak dan remaja, infeksi jamur kulit dan ISPA menjadi keluhan yang banyak ditemukan.
Tim dokter juga menemukan pula kasus TBC kelenjar, penyakit jantung, gizi buruk dan stunting. Yang paling mencolok, 49 warga di Yakati dan Sara teridentifikasi sebagai terduga TBC paru. Ditemukannya TBC kelenjar dan Paru sehingga sampel dahak mereka dikumpulkan untuk pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Teluk Bintuni.
Dari kelompok ibu hamil, sembilan orang diperiksa di Yakati dan tiga di Sara. Pemeriksaan menunjukkan adanya gejala anemia dalam kehamilan.
Sementara layanan saraf banyak menemukan keluhan nyeri tulang belakang, rematik, kondisi pascastroke dan sakit kepala.
Dari perjalanan tim medis bukan hanya sekadar kunjungan medis. Ia menjadi cara untuk melihat persoalan kesehatan dari dekat, di wilayah yang aksesnya dibatasi laut dan waktu tempuh. Layanan imunisasi, promosi kesehatan, pemeriksaan dasar, tindakan spesialistik hingga rujukan dilakukan dalam satu rangkaian.
Menurutnya, bagi IDI dan Dinas Kesehatan, dan RSUD temuan 49 terduga TBC maupun anemia pada ibu hamil menunjukkan pentingnya pelayanan yang datang mendekati warga, bukan hanya menunggu mereka tiba di fasilitas kesehatan. Di perairan Bintuni, kapal Bintuni Sehat membawa dokter dan peralatan, tetapi sekaligus layanan kesehatan. Ujar dr. Wiendo
Dari perjalanan tersebut ia menghimbau kepada warga masyarakat kabupaten Teluk Bintuni lebih khusus warga Yakati dan Sara untuk memperhatikan kebersihan, pola hidup sehat, makan, kurangi merokok dan konsumsi siri pinang, hal itu sebagai upaya penting untuk mencegah penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh.
“Berhenti kebiasaan merokok, cuci tangan pakai sabun, konsumsi gizi yang seimbang, menjahui miras, hindari Seks bebas, dan memakai masker bila batuk, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, dan untuk anak-anak diajak imunisasi dan ibu hamil memeriksakan kehamilan cek jadwal pada bidan yang berada di puskesmas atau pustu terdekat,terapkan pola hidup sehat, bila ada tim pelayanan kesehatan bergerak yang datang ke distrik segera untuk memeriksakan diri dikarenakan tim datang dengan pelauana spesialistik yang lengkap seperti di RS, ada spesialis penyakit dalam, anak, paru,jantung, Ujar dr. Wiendo
Selain itu, dr. Wiendo berharap pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni yakni Bupati dan wakil Bupati agar mendukung upaya pelayanan kesehatan bergerak ini bisa dijalankan secara rutin untuk menuju kampung-kampung atau Distrik yang bisa di masuki kapal apung sehat ini, dan kegiatan ini bisa dilakukan secara terjadwal baiknya setiap bulan, tapi ini akan membutuhkan perencanaan biaya, SDM, obat dan Alkes.
Menurutnya, jika ada dukungan dari Pemda harapannya pelayanan kesehatan bergerak ini bisa dapat di gerak rutin minimal satu kali dalam sebulan, tujuannya untuk memperkuat pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan oleh puskesmas dan memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan spesialistik tanpa memberikan beban biaya kepada masyarakat. Ujar dr. Wiendo. (Susi)
